Rabu, 15 April 2026

Ijazah Jokowi

Rismon Minta Maaf kepada Jokowi, Kuasa Hukum Bawa Makanan dan Ulos Simbol Perdamaian

Permintaan maaf tersebut disampaikan Rismon Sianipar saat bersama pengacaranya Jahmada Girsang bertemu Jokowi di Solo.

Penulis: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Rismon Sianipar meminta maaf kepada Joko Widodo atas tudingan ijazah palsu.
  • Ia menyatakan hasil penelitian terbaru menunjukkan ijazah Jokowi asli dan tidak ada kejanggalan.
  • Pertemuan keduanya berlangsung di Solo dengan suasana damai dan diarahkan pada penyelesaian kasus.

TRIBUNNEWS.COM, SOLO- Peneliti digital forensik Rismon Sianipar meminta maaf kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait tudingan ijazah palsu.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Rismon Sianipar saat bersama pengacaranya Jahmada Girsang bertemu Jokowi di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (12/3/2026).

Dalam pertemuan itu, Rismon menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah asli.

 “Ya tentu. Saya pun minta maaf kepada publik apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi,” jelas Rismon.

Hasil Penelitian Terbaru Tegaskan Keaslian Ijazah Jokowi

Rismon, yang sebelumnya pernah menyatakan adanya kejanggalan pada ijazah Jokowi, kini menarik kesimpulan berbeda.

DATANGI JOKOWI - Ahli digital forensik Rismon Sianipar mendatangi rumah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, Rabu (12/3) sore. Rismon merupakan tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi yang tengah bergulir di Polda Metro Jaya (PMJ).
DATANGI JOKOWI - Ahli digital forensik Rismon Sianipar mendatangi rumah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, Rabu (12/3) sore. Rismon merupakan tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi yang tengah bergulir di Polda Metro Jaya (PMJ). (TribunSolo.com)

Ia memastikan tidak ada kejanggalan pada dokumen tersebut.

“Bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah Pak Jokowi baik yang diupload Dian Sandi Utama maupun yang di gelar perkara khusus. Percayalah bagi yang nggak percaya juga bebas. Seminggu yang lalu saya sampaikan ke penyidik,” ungkap Rismon.

Kesimpulan ini diperoleh setelah Rismon melakukan penelitian lanjutan dengan metode berbeda dari sebelumnya.

Ia menemukan adanya watermark dan emboss yang konsisten dengan dokumen asli, meski hologram pada ijazah tersebut memang tidak ada.

“Hasil penemuan baru saya menyatakan bahwa memang ada itu watermark dan emboss yang ada pada dokumen yang diupload Dian Sandi Utama konsisten dengan yang saya lihat pada saat gelar perkara khusus,” jelasnya.

Rismon kemudian menjelaskan hasil pemeriksaannya terhadap ijazah yang diajukan sebagai bukti di sidang CLS.

“Setelah itu saya melanjutkan dengan apa yang dimiliki oleh Pak Rujito yang menjadi saksi di sidang CLS. Saya temukan konsisten pada pola watermark dan emboss. Dan tidak ditemukan hologram. Saya tanyakan apakah benar ada hologram di ijazah yang ditunjukkan menjadi bukti sidang CLS. Bang Andhika mengatakan salah. Sepertinya itu salah penyebutan. Yang dinyatakan hologram adalah embos. Ketika di-center embos yang terlihat semakin tegas bukan hologram. Fitur yang tadi disebutkan tadi itu membuat saya meyakini temuan baru saya tersebut," katanya.

Akui Temuan Salah

Selepas bertemu Jokowi, Rismon mengaku ia membuat kesalahan dalam menyebut ijazah Jokowi asli.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved