Sabtu, 11 April 2026

Ramadan 2026

Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1447 H

Teks khutbah Jumat 13 Maret 2026 mengangkat tema “Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1447 H”, meraih pahala berlipat ganda dan kemuliaan Lailatul Qadar.

Tribunnews/JEPRIMA
KHUTBAH JUMAT - Umat muslim melakukan membaca alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Teks khutbah Jumat 13 Maret 2026 mengangkat tema “Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1447 H”, meraih pahala berlipat ganda dan kemuliaan Lailatul Qadar. 

Ringkasan Berita:
  • Teks khutbah Jumat 13 Maret 2026 mengangkat tema “Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1447 H”.
  • Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa momentum ini harus dijalani dengan kesungguhan, karena bisa jadi Allah SWT menurunkan Lailatul Qadar pada salah satu malam ganjil di antara 10 hari terakhir. 
  • Amalan yang istiqomah di 10 hari terakhir, seorang muslim akan semakin dekat dengan Allah, memperoleh pahala berlipat ganda, dan berpeluang besar meraih kemuliaan Lailatul Qadar.

TRIBUNNEWS.COM - Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang selalu dinanti dan saat ini umat Islam telah memasuki fase yang paling istimewa, yaitu 10 hari terakhir Ramadhan 1447 Hijriah. 

Pada masa ini, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah dengan sungguh-sungguh, bahkan beliau menghidupkan malam dengan qiyamul lail, membangunkan keluarga, serta menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat. 

Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan 1447 H, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. 

Oleh sebab itu, khutbah Jumat 13 Maret 2026 mengangkat tema “Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1447 H”, sebagai pengingat bagi jamaah untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebajikan.

Khutbah Jumat ini menekankan bahwa amalan utama di 10 hari terakhir Ramadhan meliputi memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta memperbanyak sedekah. 

Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa momentum ini harus dijalani dengan kesungguhan, karena bisa jadi Allah SWT menurunkan Lailatul Qadar pada salah satu malam ganjil di antara 10 hari terakhir. 

Melalui teks khutbah Jumat ini umat Islam diajak untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan, melainkan memperkuat iman dan memperbanyak amal agar mendapatkan keberkahan dan ampunan.

Khutbah Jumat 13 Maret 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang perjuangan spiritual untuk meraih ridha Allah SWT. 

Amalan yang istiqomah di 10 hari terakhir, seorang muslim akan semakin dekat dengan Allah, memperoleh pahala berlipat ganda, dan berpeluang besar meraih kemuliaan Lailatul Qadar.

Selengkapnya simak teks khutbah Jumat 13 Maret 2026 tema Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1447 H mengutip dari Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur.

Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1447 H

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ وَفَّقَ بِرَحْمَتِهِ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ، فَعَرَفُوْا أَقْدَارَ مَوَاسِمِ الْخَيْرَاتِ، وَعَمَرُوْهَا بِالْإِكْثَارِ مِنَ الطَّاعَاتِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ بِحِكْمَتِهِ، فَعُمِيَتْ مِنْهُمْ القُلُوْبُ وَالْبَصَائِرُ، وَفَرَطُوْا فِي تِلْكَ المَوَاسِمِ، فَبَاءُوْا بِالْخَسَائِرِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اَلْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ اَلْقَاهَّرُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَقْوَمَ النَّاسِ بِطَاعَةِ رَبِّهِ فِي البَوَاطِنِ وَالظَّوَاهِرِ، فَصَلَّى اللهُ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْراً.

أما بعد: أيها الناس، اتقُوا اللهَ حَقَّ تُقاتِهِ ولا تـَمُوتُنَّ الا وانتُمْ مُسلمُون، واعلموا انهُ قد قطعتُم الأكثرُ من شهرِ الصيامِ ولم يبقَ منهُ إلا اليسيرُ من الليالي والأيام، فمن كانَ منكم قام بحقه فليُتِمَّ ذلكَ وليحمد اللهَ وليسألْهُ القبولَ، ومن كان منكم قد فرط فيه وأساء فليتُب إلى الله فهو أرحم الراحمين، قال الله تعالى: قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ  لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ  اللَّهِ  إِنَّ اللَّهَ  يَغْفِرُ  الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ

الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Baca juga: Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan Jadi Goals Emir Mahira Tahun Ini

Kaum muslimin rahimakumullah,

Marilah kita selalu meningkatkan kadar ketakwaan kita kepada Allah dengan yang sebenar-benarnya. Karena hanya inilah satu-stunya cara agar kita menjadi orang yang beruntung dan bahagia baik di dunia maupun di akhirat.

Hari ini, kita berada di penghujung bulan ramadhan, kita berada di 10 hari terakhir bulan ramadhan, sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan mulya ini dan merayakan hari raya idul fitri.

Mayoritas diantara kita mungkin sangat senang dengan berakhirnya bulan ramadhan, karena puasa telah lewat, kita tidak lagi merasakan lapar di siang hari, hari-hari kembali normal sebagaimana biasanya.

Namun demikian, bila dipandang dari sudut agama sebenarnya kesenangan kita ditinggalkan bulan ramadhan itu membuktikan betapa rendah dan lemahnya iman kita, karena dengan berakhirnya bulan ramadhan justeru kita sudah tidak bisa mendapatkan pahala yang besar sebagaimana yang bisa kita dapatkan di bulan ramadhan. Dalam sebuah hadis nabi bersabda:

إذَا كَانَ اَخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ وَالْمَلاَئِكَةُ مُصِيْبَةً لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قِيْلَ اَيُّ مُصِيْبَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم هِيَ ذَهَابُ رَمَضَانَ لِاَنَّ الدَّعْوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَاقَةَ مَقْبُوْلَةٌ وَالْحَسَنَاتِ مُضَاعَفَةٌ، وَاْلعَذَابَ مَدْفُوْعٌ .

“Ketika tiba akhir malam Ramadlan, langit, bumi dan malaikat menangis karena adanya musibah yang menimpa umat nabi Muhammad SAW. (Sahabat) bertanya, “Musibah apakah wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Berpisah dengan bulan Ramadlan, sebab pada bulan ini do’a dikabulkan dan shadaqah diterima. Kebaikan dilipatgandakan dan siksa dihentikan”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved