Mudik Lebaran 2026
161.243 Personel Gabungan Diterjunkan Dalam Operasi Ketupat 2026, Siap Amankan Arus Mudik Lebaran
Dalam operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan.
Ringkasan Berita:
- Personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya siap amankan mudik Lebaran 2026
- Operasi Ketupat 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari
- Fokus pengamanan jalur transportasi, tempat ibadah, serta destinasi wisata yang diperkirakan dipadati masyarakat selama libur Lebaran
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Dalam operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan.
Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya.
Kapolri mengatakan, apel gelar pasukan tersebut menjadi penanda dimulainya pengamanan rangkaian kegiatan mudik, arus balik, hingga aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Gelar pasukan ini merupakan tanda dimulainya pengamanan rangkaian kegiatan mudik, arus balik, termasuk pengamanan ibadah salat Idul Fitri dan aktivitas masyarakat di berbagai lokasi wisata,” ujar Sigit.
Baca juga: Catatan Mudik Lebaran 2026: Fasilitas Keselamatan Roda Dua dan Transportasi Publik Jadi Sorotan
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari dengan fokus pada pengamanan jalur transportasi, tempat ibadah, serta destinasi wisata yang diperkirakan dipadati masyarakat selama libur Lebaran.
Selain pengamanan arus lalu lintas, aparat juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan yang dapat memicu banjir maupun tanah longsor.
Karena itu, aparat bersama pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk penyediaan jalur alternatif, lokasi evakuasi, serta tempat pengungsian jika terjadi bencana.
Baca juga: Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Pengiriman Sepeda Motor Melalui Kereta Mulai Meningkat
Di sektor lalu lintas, petugas akan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, mulai dari penggunaan traffic cone, sistem contraflow, hingga penerapan one way baik secara nasional maupun lokal di sejumlah ruas jalan tol dan arteri.
Sementara di kawasan penyeberangan, petugas akan menerapkan sistem pengaturan seperti delaying system, buffer zone, serta skema first in first out untuk mengatur antrean kendaraan, terutama saat puncak arus mudik.
Kapolri berharap berbagai kesiapan tersebut dapat membuat perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Pemudik diimbau agar selalu memperhatikan faktor keselamatan selama perjalanan.
“Silakan memilih moda transportasi yang tersedia, baik kereta api, bus, pesawat, maupun kendaraan pribadi. Yang terpenting tetap berhati-hati di jalan dan menjaga keselamatan agar bisa sampai di kampung halaman dengan aman dan nyaman,” katanya.
Kapolri juga memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.
Di akhir keterangannya, Kapolri menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat.
“Selamat melaksanakan Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/apel-mudik-lebaran-2026.jpg)