Kamis, 11 Juni 2026

Kasus Korupsi di BGN

PDIP Ingatkan Kopdes Merah Putih Jangan Bernasib Sama Seperti Kasus Korupsi di BGN

Darmadi bahkan menyinggung adanya koperasi yang diduga hanya aktif saat momentum peresmian berlangsung.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Chaerul Umam
KOPERASI DESA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Darmadi Durianto, mengingatkan pemerintah agar program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak mengalami persoalan tata kelola dan pengawasan yang berujung pada masalah hukum seperti yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN). /Foto: Tangkap layar YouTube TVParlemen. 

Ringkasan Berita:
  • Darmadi Durianto, mengingatkan agar program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak mengalami masalah tata kelola seperti kasus korupsi di Badan Gizi Nasional. 
  • Ia menyoroti banyak koperasi yang dinilai belum siap, lokasi usaha yang kurang strategis, serta belum jelasnya studi kelayakan bisnis.
  • Darmadi meminta Kementerian Koperasi memperkuat verifikasi, validasi, dan pengawasan agar KDMP tidak mangkrak, bangkrut atau berakhir pada persoalan hukum di kemudian hari.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Darmadi Durianto, mengingatkan pemerintah agar program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak mengalami persoalan tata kelola dan pengawasan yang berujung pada masalah hukum seperti yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Darmadi menilai sejumlah temuan di lapangan menunjukkan masih banyak KDMP yang belum siap beroperasi, baik dari sisi lokasi, tata kelola, maupun kelayakan bisnis.

“Nah kalau ini terjadi jangan-jangan nanti takutnya kayak seperti BGN, Pak,” kata Darmadi.

Menurutnya berbagai laporan yang beredar menunjukkan masih banyak persoalan dalam pelaksanaan program KDMP.

Dia menilai sejumlah koperasi terkesan dipaksakan beroperasi meski belum memiliki kesiapan yang memadai.

“Kalau kita lihat banyak beredar bahwa banyak koperasi itu sebetulnya banyak masalah di tata kelolanya. Kita melihat banyak sekali koperasi yang buka tutup, buka tutup, enggak jelas. KDMP ini buka tutup, buka tutup banyak sekali, jadi terkesan tuh enggak siap,” ucapnya.

Darmadi bahkan menyinggung adanya koperasi yang diduga hanya aktif saat momentum peresmian berlangsung.

“Presiden datang buka, Presiden pergi tutup. Barangnya mungkin minjem itu ya kan? Saya enggak tahu minjem atau apa, beli atau apa saya enggak tahu,” katanya.

Selain tata kelola, ia juga menyoroti sejumlah lokasi KDMP yang dinilai kurang strategis untuk kegiatan usaha.

Darmadi menyebut ada koperasi yang berdiri di dekat area pemakaman hingga kawasan yang minim aktivitas ekonomi.

“Kemudian yang kedua banyak juga yang dibuat dekat kuburan, di Lamongan. Kemudian ada yang di tengah hutan di Wonogiri, ada yang di atas gunung di Desa Ketiton, Kendal. Banyak yang berdampingan. Jadi ini terkesan memang belum siap, Pak Menteri,” ujarnya.

DEMO MBG - Sejumlah pengendara membunyikan klakson saat melintas di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Respons itu muncul setelah massa MBG Watch membentangkan poster ajakan menyuarakan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
DEMO MBG - Sejumlah pengendara membunyikan klakson saat melintas di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Respons itu muncul setelah massa MBG Watch membentangkan poster ajakan menyuarakan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Ia khawatir apabila persoalan tersebut tidak segera dievaluasi, banyak KDMP yang berpotensi mangkrak atau mengalami kebangkrutan karena tidak memiliki basis usaha yang kuat.

“Kalau ini dijalankan terus maka diperkirakan nanti ke depan lokasi saja enggak benar. Kalau ini benar banyak terjadi, diperkirakan banyak KDMP yang akan mangkrak, bahkan yang sudah jalan bangkrut. Kalau sehari hanya dapat sekian rupiah, Rp1 juta atau Rp500 ribu, lama-lama bangkrut, Pak,” katanya.

Kemudian Darmadi mempertanyakan peran Kementerian Koperasi dalam melakukan verifikasi dan validasi sebelum koperasi diresmikan dan mulai beroperasi.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved