Mudik Lebaran 2026
106 Gereja di Indonesia Buka Pos Singgah bagi Pemudik dalam Program Gereja Ramah Pemudik
Sebanyak 106 gereja di berbagai daerah membuka fasilitas singgah bagi pemudik menjelang Idulfitri 1447 H/2026.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 106 gereja di berbagai daerah membuka fasilitas singgah bagi pemudik menjelang Idulfitri 1447 H/2026.
- Program Gereja Ramah Pemudik menyediakan tempat istirahat, air minum, toilet, hingga pengisian daya ponsel.
- Inisiatif ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat solidaritas dan kerukunan antarumat beragama.
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 M, puluhan gereja di berbagai daerah membuka fasilitas singgah bagi para pemudik.
Inisiatif ini menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dari komunitas gereja kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
Program yang dikenal dengan Gereja Ramah Pemudik ini digerakkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama.
Hingga awal Maret 2026, tercatat sebanyak 106 gereja di berbagai wilayah Indonesia ikut berpartisipasi menyediakan fasilitas bagi para pemudik.
Fasilitas yang disediakan antara lain tempat beristirahat, air minum, toilet, ruang ibadah, hingga tempat pengisian daya telepon genggam.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu pemudik yang membutuhkan tempat singgah sementara selama perjalanan.
Sejumlah gereja yang terlibat dalam program tersebut di antaranya:
- HKBP Pasaman Barat
- GPDI Bukit Sion Bangko Sempurna
- GPT Mawar Saron
- Serta beberapa gereja dari jaringan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dan Gereja Pentakosta Indonesia (GPI)
Baca juga: Kemenag Siapkan 6.859 Posko Masjid Ramah Pemudik untuk Arus Mudik Lebaran 2026
Di Manado misalnya, gereja yang berada di jalur strategis seperti Gereja Pentakosta di Indonesia Batas Kota Malalayang Dua dan Gereja Masehi Injili di Minahasa Abraham Sario turut membuka fasilitas gereja sebagai tempat singgah bagi pemudik.
Program ini merupakan tindak lanjut dari surat imbauan Dirjen Bimas Kristen Nomor B-69/DJ.IV/HM.00/03/2026 tentang dukungan terhadap kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026 M.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, mengatakan pelayanan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran gereja dalam mendukung kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
"Kegiatan pelayanan ini merupakan panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat serta memperkuat solidaritas dan harmoni kehidupan berbangsa," ujarnya, dikutip dari laman Kemenag, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, kegiatan pelayanan sosial seperti berbagi takjil maupun penyediaan fasilitas bagi pemudik merupakan wujud nyata kontribusi gereja dalam memperkuat moderasi beragama dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Jajaran Bimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai provinsi bersama gereja, penyuluh agama Kristen, pengawas pendidikan agama Kristen, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) turut menggerakkan pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah.
Selain menyediakan tempat singgah bagi pemudik, sejumlah gereja juga menggelar kegiatan sosial seperti pembagian takjil kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/CEK-KONDISI-KENDARAAN-Mudik-Lebaran.jpg)