Kades Hoho Dianiaya
Profil LSM Harimau, Bantah Pukul dan Robek Seragam Dinas Kades Hoho di Banjarnegara
Nama LSM Harimau mencuat usai disebut dalam kasus dugaan pengeroyokan Kades Hoho. Siapa sebenarnya organisasi ini?
Ringkasan Berita:
- Nama LSM Harimau Indonesia menjadi sorotan setelah disebut dalam pemberitaan terkait dugaan pengeroyokan terhadap Kades Purwasaba, Banjarnegara, Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf.
- Organisasi yang merupakan singkatan dari Harapan Rakyat Indonesia Maju itu dikenal bergerak dalam kontrol sosial dan advokasi masyarakat.
- Keterkaitan organisasi tersebut dalam kasus tersebut masih sebatas dugaan dan menunggu penelusuran aparat.
TRIBUNNEWS.COM — Nama Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM Harimau sebagai organisasi masyarakat yang tersebar nasional menjadi sorotan.
Demikian setelah organisasi ini disebut-sebut dalam pemberitaan terkait dugaan pengeroyokan terhadap Kepala Desa Purwasaba, Banjarnegara, Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf (Kades Hoho).
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Mandiraja dan diduga berkaitan dengan polemik seleksi perangkat desa yang memicu ketegangan antara pihak desa dan sejumlah pihak yang menyebut nama organisasi masyarakat.
Akibat penganiayaan, seragam dinas Kades Hoho robek. Kacamatanya juga pecah saat dipukul dari segala sisi.
Dalam beberapa pemberitaan lain, pihak yang mengaku bagian dari organisasi itu juga muncul memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan provokasi dalam peristiwa tersebut.
“Kami tidak pernah memulai tindakan provokasi ataupun kekerasan dalam kegiatan advokasi tersebut,” jelas keterangan tertulis LSM Harimau Ranting Purwasaba pada Rabu (12/3/2026).
Pada pesan yang beredar di grup WhatsApp, LSM Harimau menjelaskan kehadiran dalam aksi yang digelar warga terkait polemik penjaringan dan penyaringan perangkat desa bertujuan melakukan advokasi serta mendampingi masyarakat agar proses pemerintahan desa berjalan transparan, jujur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga kini, keterkaitan organisasi tersebut dalam kasus tersebut masih berada dalam ranah dugaan dan menunggu penelusuran lebih lanjut dari aparat penegak hukum.
Profil LSM Harimau
LSM Harimau sendiri merupakan akronim dari Harapan Rakyat Indonesia Maju, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang kontrol sosial, advokasi masyarakat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Organisasi ini disebut mulai berkembang dari basis di Jawa Tengah sebelum kemudian membentuk jaringan kepengurusan di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Baca juga: Duduk Perkara Kades Hoho Dikeroyok, LSM Minta Seleksi Perangkat Desa Diulang usai Dapat Nilai Jeblok
Struktur organisasi LSM Harimau mengikuti pola organisasi kemasyarakatan pada umumnya dengan tingkatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat kabupaten dan kota.
Dalam sejumlah dokumen organisasi, pendirian lembaga ini disebut melibatkan beberapa tokoh, di antaranya Tonny Syarifudin Hidayat, Anggi Megananda, dan Widiana Kartika.
Pemberitaan dan jejak publik organisasi, Tonny Syarifudin Hidayat disebut sebagai figur pimpinan atau ketua umum LSM Harimau.
Struktur organisasi juga dilengkapi sejumlah posisi seperti sekretaris jenderal, dewan pakar, serta divisi-divisi internal yang menangani humas, litbang, dan kegiatan organisasi.
Sejumlah kegiatan organisasi yang tercatat dalam pemberitaan antara lain kegiatan sosial seperti donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI), santunan anak yatim, hingga kegiatan kemasyarakatan dalam rangka peringatan hari besar nasional.
Organisasi ini juga aktif melakukan konsolidasi jaringan melalui deklarasi serta pembentukan kepengurusan cabang di berbagai daerah.
Selain kegiatan sosial, LSM Harimau juga pernah muncul dalam berbagai aksi advokasi publik, termasuk menyuarakan kritik terhadap perusahaan maupun isu tata kelola yang dianggap merugikan masyarakat.
Aktivitas organisasi juga terlihat di media sosial, terutama melalui akun Facebook yang digunakan untuk mempublikasikan kegiatan, konsolidasi anggota, serta perekrutan kader.
Facebook LSM Harimau tercatat memiliki sebanyak 14 ribu pengikut.
Dengan jaringan kepengurusan di sejumlah daerah dan aktivitas yang mencakup advokasi hingga kegiatan sosial, LSM Harimau dikenal sebagai salah satu organisasi masyarakat yang aktif melakukan konsolidasi jaringan.
Namun, dalam konteks kasus dugaan pengeroyokan terhadap Kades Hoho, keterkaitan organisasi tersebut masih menunggu kepastian dari proses penelusuran aparat.
Duduk Perkara
Baru-baru ini, viral di media sosial kades Hoho Alkaf mengaku menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami kerusakan atribut kedinasan dan cidera fisik.
Peristiwa itu terjadi saat aksi unjuk rasa ratusan anggota LSM di Balai Desa Purwasaba, Selasa (11/3/2026).
Insiden itu dipicu oleh desakan massa yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.
Kades Hoho menceritakan duduk perkara peristiwa itu melalui media sosial Instagram pribadinya, @hoho_alkaf.
Hoho mengaku diserang saat hendak meninggalkan lokasi tak lama setelah audiensi dengan massa berlangsung memanas.
Ia mengaku dihujani pukulan dari berbagai arah, sebelum sempat mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Baca juga: Sosok Hoho Alkaf, Kepala Desa Purwasaba Banjarnegara Viral karena Tubuhnya Dipenuhi Tato
"Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," ungkap Hoho, Rabu (12/3/2026), dikutip dari TribunBanyumas.com.
Serangan itu membuat kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, serta atribut namanya terlepas.
"Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-tarik," ungkap dia.
Menurutnya, aksi anarkis itu dipicu kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa karena nilainya jeblok.
Massa menuntut seleksi diulang, namun Hoho bergeming meski mendapat tekanan.
Hoho merasa seluruh tahapan sudah sesuai regulasi yang berlaku.
"Mereka nilainya di bawah, tapi maunya diulang. Kita kiblatnya regulasi, tapi mereka tetap tidak mau tahu. Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan pihak tertentu," tegasnya.
Hoho juga menyampaikan apa yang ada dalam video viral, tak menampilkan peristiwa secara utuh.
Sebab, dalam video itu hanya memperlihatkan saat dirinya sudah berada di belakang mobil pengamanan.
Momen pengeroyokan dirinya dari awal tidak terekam secara utuh.
"Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok."
"Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil," jelasnya.
Dalam peristiwa yang dialaminya, Hoho menyoroti kinerja aparat kepolisian di lokasi kejadian.
Menurutnya, petugas kurang sikap dalam memberikan perlindungan kepadanya, sehingga aksi anarkis terjadi.
Baca juga: Kronologi Kades Hoho Dikeroyok Massa di Banjarnegara, Buntut Seleksi Perangkat Desa
Atas insiden tersebut, Hoho akan mencari perlindungan hukum dan keadilan hingga ke Propam Mabes Polri.
"Saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri," terangnya.
Sosok Hoho Alkaf
Dikutip dari Skripsi Strategi Pemenangan Calon Kepala Desa Bertato Pada Pilkades Tahun 2019 yang ditulis mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Al Hafizs Munandar, diketahui Kades Hoho lahir Banjarnegara, 11 Juni 1983.
Kades Hoho memiliki nama lengkap Welas Yuni Nugroho.
Ia merupakan putra dari Siswoyo Siswoharsono dan Hartati.
Hoho merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.
Ayahnya, Siswoyo Siswoharsono merupakan anggota DPRD Banjarnegara yang menjabat selama empat periode.
Siswoyo diketahui merupakan mantan Kepala Desa Purwasaba periode 1990-1998.
Meski saat masa sekolah Hoho dikenal sebagai anak 'nakal', ia berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang perguruan tinggi.
Hoho merupakan lulusan S1 Hukum di Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Ia kemudian melanjutkan S2 di Universitas Jenderal Soedirman dengan jurusan yang sama saat menempuh S1.
Usai menamatkan pendidikannya, ia mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja.
Hoho merupakan calon incumbent yang maju lagi di Pilkades 31 Juli Tahun 2019 yang lalu.
Kala itu dia bertarung dengan dua calon lain, bernama Bondan Apriyanto dan Huru Purwanto.
Ia keluar sebagai pemenang dengan perolehan 1.899 suara.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Pengakuan Kades Hoho Dikeroyok Massa, Kaca Mata Pecah hingga Baju Robek
(Tribunnews.com/Chrysnha, Nanda Lusiana, Endra)(TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/LSM-Harimau-berkumpul-di-DPW-Jateng.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.