Berita Viral
Kronologi Kades Hoho Dikeroyok Massa di Banjarnegara, Buntut Seleksi Perangkat Desa
Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal dengan Kades Hoho mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh massa aksi dari anggota LSM.
Ringkasan Berita:
- Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal dengan nama Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh massa.
- Kericuhan terjadi dalam aksi unjuk rasa yang digelar ratusan anggota LSM di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Selasa (11/3/2026).
- Peristiwa itu dipicu oleh tuntutan sejumlah peserta aksi yang meminta agar hasil penjaringan perangkat desa dibatalkan dan diulang.
TRIBUNNEWS.COM - Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, kepala desa bukan lagi sekadar pemimpin administratif, melainkan pemegang kekuasaan pengelolaan aset dan keuangan desa yang bertanggung jawab langsung atas percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan ketahanan pangan di tingkat akar rumput.
Meskipun mengelola anggaran yang besar, status hukum kepala desa secara tegas ditegaskan bukan sebagai Pejabat Negara maupun ASN, namun tetap memiliki akuntabilitas penuh yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana jika terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang.
Di sisi lain, hubungan antara kepala desa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sering kali diwarnai oleh konflik kepentingan dan peran pengawasan yang sangat tajam.
Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kabar kurang mengenakan dari kepala desa nyentrik dari Desa Purwasaba atau yang dikenal dengan nama Kades Hoho.
Dalam video singkat yang beredar di media sosial, nampak Kades Hoho dengan pakaian dinas yang terkoyak keluar dari kantor desa dengan pengawalan polisi.
Peristiwa itu rupanya rentetan dari kericuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa yang digelar ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Selasa (11/3/2026).
Demonstrasi yang awalnya berlangsung sebagai forum penyampaian aspirasi tersebut berubah menjadi insiden kekerasan.
Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal dengan nama Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh massa.
Peristiwa itu dipicu oleh tuntutan sejumlah peserta aksi yang meminta agar hasil penjaringan perangkat desa dibatalkan dan diulang.
Ketegangan semakin meningkat ketika pemerintah desa menolak permintaan tersebut karena proses seleksi dinilai telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Situasi yang memanas akhirnya berujung pada aksi penyerangan terhadap kepala desa saat ia hendak meninggalkan lokasi setelah audiensi dengan massa.
Baca juga: Sosok Wawan Hermawan, Viral Kades Jampang Bogor Minta THR ke Pengusaha, Mohon Maaf Ngakunya Khilaf
Hoho Alkaf mengaku mengalami serangan fisik dari berbagai arah hingga menyebabkan atribut kedinasannya rusak dan dirinya mengalami luka.
Insiden tersebut bahkan membuat kacamata yang dikenakannya pecah akibat pukulan dari massa.
Kronologi Pengeroyokan Kades Hoho
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Instagram @hoho_alkaff, Hoho menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya saat hendak keluar dari aula balai desa.
"Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," ungkap Hoho, dikutip Kamis (12/3/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hoho-Alkaf-Kades-Purwasaba-yang-Viral.jpg)