Berita Viral
Duduk Perkara Kades Hoho Dikeroyok, LSM Minta Seleksi Perangkat Desa Diulang usai Dapat Nilai Jeblok
Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Hoho Alkaf dikeroyok massa.
Ringkasan Berita:
- Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Hoho Alkaf dikeroyok massa.
- Aksi anarkis itu dipicu kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa.
- Akibat pengeroyokan itu, Hoho mengaku mengalami cidera fisik hingga kacamatanya pecah.
TRIBUNNEWS.COM - Dalam sistem pemerintahan Indonesia, desa memiliki kedudukan yang semakin kuat sejak hadirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Regulasi ini memberikan kewenangan yang lebih luas kepada desa untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya sendiri berdasarkan prakarsa, hak asal-usul, dan adat istiadat setempat.
Melalui kebijakan tersebut, desa memperoleh dukungan anggaran yang signifikan melalui program dana desa yang setiap tahunnya dialokasikan dalam jumlah besar oleh pemerintah pusat.
Dalam konteks ini, kepala desa memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pengelolaan pemerintahan desa berjalan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Baru-baru ini, viral di media sosial Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dikeroyok massa.
Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang populer disapa Hoho Alkaf mengaku menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami kerusakan atribut kedinasan dan cidera fisik.
Peristiwa itu terjadi saat aksi unjuk rasa ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Balai Desa Purwasaba, Selasa (11/3/2026).
Insiden itu dipicu oleh desakan massa yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.
Kades Hoho menceritakan duduk perkara peristiwa itu melalui media sosial Instagram pribadinya, @hoho_alkaf.
Hoho mengaku diserang saat hendak meninggalkan lokasi tak lama setelah audiensi dengan massa berlangsung memanas.
Ia mengaku dihujani pukulan dari berbagai arah, sebelum sempat mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Baca juga: Sosok Hoho Alkaf, Kepala Desa Purwasaba Banjarnegara Viral karena Tubuhnya Dipenuhi Tato
"Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," ungkap Hoho, Rabu (12/3/2026), dikutip dari TribunBanyumas.com.
Serangan itu membuat kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, serta atribut namanya terlepas.
"Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-tarik," ungkap dia.
Menurutnya, aksi anarkis itu dipicu kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa karena nilainya jeblok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hoho-alkaf-kades-bertato.jpg)