Ijazah Jokowi
Rismon Sianipar Tepis Roy Suryo, Ajak Uji Terbuka Soal Ijazah Jokowi
Rismon Sianipar, menepis anggapan adanya pemalsuan dokumen milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Ringkasan Berita:
- Tersangka kasus tudingan ijazah palsu, Rismon Sianipar, menepis anggapan adanya pemalsuan dokumen milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
- Rismon menegaskan berdasarkan kajian terbarunya dengan data yang lebih lengkap, ijazah tersebut terkonfirmasi asli.
- Rismon menantang rekan sejawatnya, termasuk Roy Suryo dan dr. Tifa, untuk melakukan uji metodologi secara terbuka guna mengedukasi publik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tersangka kasus tudingan ijazah palsu, Rismon Sianipar, menepis anggapan adanya pemalsuan dokumen milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan ini disampaikan Rismon usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Rismon menegaskan bahwa berdasarkan kajian terbarunya dengan data yang lebih lengkap, ijazah tersebut terkonfirmasi asli.
Ia kini menantang rekan sejawatnya, termasuk Roy Suryo dan dr. Tifa, untuk melakukan uji metodologi secara terbuka guna mengedukasi publik.
"Saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan, saya akan demonstrasikan metode saya bagaimana pencahayaan dengan sudut tertentu bisa menghilangkan warna tertentu yang secara kromatik atau nilai integer dekat dengan warna lain," ujar Rismon.
Baca juga: Bulan Ramadan, Wapres Gibran Maafkan Rismon Sianipar
Rismon menjelaskan bahwa kekeliruan analisis sebelumnya disebabkan oleh faktor geometri pencahayaan yang membuat fitur pengaman dokumen tidak terlihat.
Namun, setelah melakukan rekonstruksi selama tiga bulan terakhir, ia menemukan bukti otentik yang selama ini diperdebatkan.
"Saat gelar perkara saya sampai ada tiga hal utama: emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang diupload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya," tegasnya.
Peneliti informatika ini juga meminta agar pihak-pihak yang masih mempersoalkan ijazah tidak lagi menyembunyikan fakta teknis. Ia menekankan pentingnya kejujuran ilmiah meskipun harus menerima konsekuensi sosial dari para pendukungnya.
"Jangan sembunyikanlah, ayolah. Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan. Enggak ada watermarks, halo? Tidak ada emboss, halo?" kata Rismon menirukan narasi yang selama ini beredar.
Baca juga: Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa usai Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice
Terkait pertemuannya dengan Wapres Gibran, Rismon mengaku terkejut dengan keterbukaan keluarga besar Jokowi.
Ia menyebut undangan ke Istana Wapres tersebut sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi meskipun dirinya telah melontarkan kritik keras sebelumnya.
"Dari penjelasan tadi yang dikatakan Mas Wapres, bahwa keluarga besar mereka terbuka jika ada penelitian dan mengoreksinya, asal jujur. Tidak ada motif politik, tidak ada demi ini-itu, jabatan publik dan lainnya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rismon-Sianipar-225465asdfsdgb.jpg)