Ijazah Jokowi
Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Target Utama Jokowi Bukan Memenjarakan, Tapi Permintaan Maaf
Kuasa Hukum Roy Suryo Ungkap Target Awal Jokowi Hanya Minta Maaf, Rismon Sianipar Kini Akui Ijazah Asli
Ringkasan Berita:
- Kuasa hukum Roy Suryo dan RRK, Ahmad Khozinudin, mengungkap sejak awal pihaknya mengetahui bahwa target Presiden ke-7 RI Joko Widodo bukan memenjarakan pihak yang menuding ijazah palsu.
- Melainkan hanya meminta permohonan maaf.
- Hal itu kini terbukti setelah ahli digital forensik Rismon Sianipar meminta maaf langsung kepada Jokowi dan mengakui keaslian ijazah tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Kuasa hukum Roy Suryo dan kelompoknya, Ahmad Khozinudin, mengungkap bahwa sejak awal pihaknya memahami target utama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam polemik dugaan ijazah palsu bukanlah memenjarakan pihak yang menuding.
Melainkan meminta permohonan maaf.
Khozinudin menjelaskan hal tersebut merujuk pada peristiwa 30 April 2025 saat deklarasi di Gedung Juang.
Saat itu ia mengaku sempat menyampaikan pandangannya kepada Roy Suryo, Dokter Tifa, dan Rismon Sianipar melalui pesan.
“Saya tegas begini, Pak Roy, Bu Tifa, Pak Rismon, sebenarnya target Jokowi itu tidak mau melaporkan lalu memenjarakan tapi minta maaf,” kata Khozinudin, mengutip tayangan YouTube Forum Keadilan TV, Jumat (13/3/2026).
Ia menyebut jika ketiganya memilih meminta maaf sejak awal, maka persoalan tersebut kemungkinan besar akan selesai tanpa ancaman pidana.
Bahkan, menurutnya, tim pengacara tidak akan dibutuhkan apabila jalan damai tersebut dipilih.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa langkah meminta maaf berpotensi menimbulkan persepsi negatif di publik.
Sebab, tudingan ijazah palsu terhadap Jokowi sebelumnya muncul dari penelitian yang dilakukan oleh Roy Suryo, Dokter Tifa, dan Rismon Sianipar.
“Kalau tiba-tiba mereka minta maaf, orang bisa menyebut mereka pengkhianat,” ujarnya.
"Kenapa? Orang menjadi yakin (soal dugaan ijazah Jokowi palsu) itu karena penelitian mereka (Roy Suryo, Dokter Tifa dan Rismon Sianipar)," imbuhnya.
Karena itu, kata Khozinudin, pada saat itu mereka menyadari bahwa langkah yang ditempuh adalah sebuah perjuangan yang memiliki risiko sehingga membutuhkan pendampingan hukum.
Baca juga: Rismon Sianipar Terkejut Sikap Keluarga Jokowi saat Minta Maaf: Tetap Terbuka Meski Dikritik
Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi
Sementara itu perkembangan terbaru terjadi ketika ahli digital forensik Rismon Sianipar bersama kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, bertemu langsung dengan Joko Widodo di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (12/3/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan setelah Rismon resmi mengajukan mekanisme Restorative Justice terkait laporan yang sebelumnya diajukan Jokowi.
Dalam pertemuan itu, Rismon menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi sekaligus kepada publik atas pernyataannya sebelumnya mengenai dugaan kejanggalan pada ijazah Presiden RI tersebut.