Seskab Teddy Bertemu Mensos Gus Ipul pada Tengah Malam, Bahas Sekolah Rakyat
Seskab Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet pada Kamis (12/3/2026)
Ketujuh titik tersebut merupakan bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang dibangun secara bertahap dengan jenjang SMP, SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi.
“Peran Brantas Abipraya bukan hanya membangun fisik gedung, tetapi memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang,” ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana, Kamis (5/3/2026).
Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam proyek-proyek infrastruktur strategis nasional, Brantas Abipraya menerapkan standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan.
Perusahaan juga memastikan dukungan konektivitas kawasan agar mobilitas siswa, tenaga pendidik, dan distribusi logistik dapat berjalan optimal.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Pada kesempatan yang berbeda, Dody menjelaskan bahwa melalu Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menuju kemiskinan 0 persen karena upaya yang paling efektif dan efisien mengurangi kemiskinan melalui pendidikan.
Ditambahkan Dian, secara desain Sekolah Rakyat mengusung konsep asrama terpadu dengan fasilitas yang seragam di seluruh Indonesia.
Fasilitas tersebut mencakup gedung SD, SMP, dan SMA; rumah susun guru putra dan putri; asrama siswa; masjid; gedung serbaguna; kantin; hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket.
Model ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi, inklusif, dan mendukung pembinaan karakter.
“Progres pembangunan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan kualitas terbaik agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Dian.
Saat ini, tahap penyempurnaan bangunan dan fasilitas pendukung terus dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana.
Pemerintah bersama Brantas Abipraya menargetkan penyelesaian proyek pada Juni 2026, sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi katalis pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek ini menjadi bagian dari arsitektur besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia di mana infrastruktur pendidikan diposisikan sebagai instrumen mobilitas sosial dan penguatan daya saing bangsa.
(Tribunnews.com/Deni/Seno)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Seskab-Teddy-dan-Gus-Ipul.jpg)