Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Saksi Stefani Akui Dipanggil Nadiem ke Apartemennya Jelang Dilantik Jadi Mendikbudristek
Saksi Stefani Nadia Purnama mengungkapkan visi eks Mendikbudristek Nadiem Makarim di persidangan.
Ringkasan Berita:
- Saksi Stefani Nadia Purnama akui dipanggil Nadiem ke apartemennya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan sebelum dilantik jadi menteri.
- Dalam pertemuan itu, Nadiem menyampaikan visinya jika sudah resmi menjadi Mendikbudristek.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saksi Stefani Nadia Purnama mengungkapkan visi eks Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk mereformasi edukasi dengan cara membuat ketergantungan terhadap teknologi.
Hal ini disampaikan mantan anggota Tim Teknis Analisa Kebutuhan Alat Pembelajaran Teknologi Informasi pada pengadaan Chromebook, Stefani Nadia Purnama, saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Pantauan Tribunnews.com di ruang sidang Hatta Ali sekira pukul 13.00 WIB, saksi Stefani dihadirkan dalam persidangan untuk tiga terdakwa yakni Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Ibrahim Arief (Ibam).
Stefani duduk pada kursi yang berada di hadapan majelis hakim.
Di sisi kanannya merupakan meja tim penasihat hukum para terdakwa dan di sisi kiri adalah meja jaksa penuntut umum.
Baca juga: Hak Jawab Tim Penasihat Hukum Nadiem Makarim terkait Chromebook the Only Option
Dalam persidangan, jaksa mulanya membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Stefani, yang mengatakan Stefani pernah bekerja sebagai Corporate Strategy di PT Gojek Indonesia dan kemudian resign.
Selanjutnya, jaksa mengonfirmasi kepada Stefani mengenai dia yang sempat dipanggil Nadiem untuk bertemu di apartemennya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
"Saudara pernah kerja di Corporate Stratrgy PT Gojek Indonesia. Lalu saudara pernah resign dan dipanggil oleh Pak Nadiem di apartemennya di Dharmawangsa, benar?" tanya jaksa.
"Benar," jawab Stefani.
Pendiri Gojek ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sejak 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
Dalam pertemuan dengan Nadiem tersebut, kata Stefani, Nadiem menyampaikan visinya jika sudah resmi menjadi Mendikbudristek.
Stefani membenarkan Nadiem menyampaikan visinya untuk mereformasi pendidikan Indonesia agar memiliki ketergantungan terhadap teknologi.
"Dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang disampaikan. Pertama, Pak Nadiem menyampaikan kepada saudara bahwa beliau akan dilantik sebagai menteri ya. Benar ya?" tanya jaksa.
"Benar," jawab Stefani.
"Lalu ada visi yang disampaikan beliau, yaitu melakukan reformasi edukasi yang tidak bisa diubah kembali setelah masa jabatannya dikembalikan, dengan cara membuat ketergantungan terhadap teknologi. Analoginya seperti bagaimana masyarakat sangat tergantung dengan aplikasi Gojek. Namun saat itu tidak jelaskan bagaimana detailnya, benar?" tanya jaksa.
"Benar. Mungkin saya secara translasi bahasa Indonesia kurang akurat seperti bahasa Inggris, tetapi secara garis besar seperti itu," kata Stefani membenarkan keterangannya dalam BAP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ook-untuk-tiga-terdakwa-yakni-Sri-Wah.jpg)