Sidang Terakhir Anwar Usman: Kalau Ada Hal Kurang Berkenan, Saya Mohon Maaf
Anwar Usman membacakan putusan sidang terakhirnya sebelum masuk masa purnatugas pada April mendatang.
Ringkasan Berita:
- Hari ini 16 Maret 2026, dalam sidang terakhir Anwar Usman menyampaikan permintaan maaf atas segala kekurangan selama bertugas.
- Masa pengabdian Anwar Usman genap 15 tahun pada 6 April 2026.
- Anwar Usman dikenal sebagai sosok yang tegas namun juga kontroversial, terutama terkait isu etik di MK.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hakim Konstitusi Anwar Usman membacakan putusan sidang terakhirnya sebelum masuk masa purnatugas pada April mendatang.
Anwar Usman berkesempatan membaca putusan perkara nomor 176/PUU-XXIII/2025 dalam sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
"Sebelum saya membacakan putusan, mungkin ini sidang yang terakhir untuk saya ikuti karena pada tanggal 6 April 2026 nanti saya genap 15 tahun mengabdi di Mahkamah Konstitusi," kata Anwar Usman.
Ia juga turut menyampaikan permintaan maaf jika selama menjadi hakim dirinya melakukan tindakan yang kurang berkenan.
"Tentu saja selama waktu yang begitu panjang ada hal-hal yang kurang berkenan, baik yang disengaja atau tidak disengaja," ujarnya.
"Untuk itu, dari lubuk hati yang amat dalam, saya menyampaikan permohonan maaf," tutur Anwar Usman.
Sebagai informasi, Mahkamah Agung (MA) melalui Pengumuman Nomor Nomor: 46 WKMA.Y/KP1.1/III/2026 telah menyampaikan perolehan hasil seleksi tiga hakim calon pengganti Anwar Usman.
Berikut nama-nama mereka:
Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar, Fahmiron; Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Medan; Liliek Prisbawono; dan Ketua Penadilan Tinggi Kalimantan Utara Marsudin Nainggolan.
Krontroversi Anwar Usman
- Anwar Usman pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2018–2023.
- Bulan ini dia resmi pamit dari MK setelah 15 tahun bertugas, menandai akhir masa pengabdiannya.
- Anwar Usman dikenal sebagai sosok yang tegas namun juga kontroversial, terutama terkait isu etik di MK.
- Hubungan keluarga dengan Presiden Joko Widodo (ipar) sempat menimbulkan sorotan publik mengenai konflik kepentingan.
- Meski demikian, ia tetap menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah MK Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Anwar-Usman-12.jpg)