Kamis, 23 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Arus Mudik hingga H-6 Lebaran 2026: 812 Ribu Kendaraan Keluar dari Jabotabek

Sejak H-10 hingga H-6 Lebaran 2026 tercatat lebih dari 812 ribu kendaraan meninggalkan Jabotabek (Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi).

Tribunnews.com
ARUS MUDIK - Pantauan arus mudik di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) pada Sabtu (14/3/2026) pukul 08.30 sampai 09.30 WIB melalui drone. Sejak H-10 hingga H-6 Lebaran 2026 tercatat lebih dari 812 ribu kendaraan meninggalkan Jabotabek (Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi). 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 812.342 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Jabodetabek pada periode H-10 hingga H-6 Lebaran 2026, meningkat 9,6 persen dibandingkan lalu lintas normal.
  • Arus kendaraan terbanyak mengarah ke Trans Jawa dan Bandung, disusul jalur menuju Merak dan Puncak sebagai tujuan perjalanan pemudik.
  • Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan total mobilitas masyarakat mencapai 143,91 juta orang selama periode Lebaran.

TRIBUNNEWS.COM - Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri

Pada momen ini, jutaan orang melakukan perjalanan dari kota tempat bekerja menuju kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. 

Tradisi ini biasanya menyebabkan lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai jalur transportasi, baik darat, laut, maupun udara.

Seiring mendekatnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pergerakan kendaraan dari wilayah Jabodetabek mulai mengalami peningkatan. 

Berdasarkan data lalu lintas yang dirilis melalui Instagram @official.jasamarga, sejak H-10 hingga H-6 Lebaran 2026 tercatat lebih dari 812 ribu kendaraan meninggalkan kawasan metropolitan tersebut menuju berbagai daerah tujuan mudik.

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang keluar dari Jabotabek (Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi) mencapai 812.342 unit, atau meningkat sekitar 9,6 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa arus mudik mulai terasa signifikan beberapa hari menjelang puncak perjalanan.

Pergerakan kendaraan tersebut, tersebar ke sejumlah jalur utama, yaitu arah timur menuju kawasan Trans Jawa dan Bandung, arah barat menuju Merak, serta arah selatan menuju Puncak. 

Peningkatan arus lalu lintas ini juga didukung oleh koordinasi operasional antarinstansi serta pengaturan lalu lintas untuk menjaga perjalanan tetap aman dan lancar.

Distribusi Kendaraan ke Berbagai Arah

Arah Timur: Trans Jawa dan Bandung

Baca juga: Arus Mudik via Pelabuhan Gilimanuk Bali Masih Padat Merayap Selasa Pagi, Kendaraan Mengular

Pergerakan kendaraan menuju wilayah timur menjadi salah satu yang paling dominan. 

Melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, tercatat 228.239 kendaraan menuju jaringan tol Trans Jawa. 

Angka ini meningkat sekitar 56,4 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Sementara itu, kendaraan yang menuju Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama tercatat sebanyak 157.006 kendaraan, atau sedikit lebih rendah sekitar 5,3 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Jika digabungkan, total kendaraan yang bergerak menuju Trans Jawa dan Bandung mencapai 385.245 kendaraan, meningkat sekitar 23,5 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Arah Barat: Menuju Merak

Arus kendaraan ke arah barat melalui Gerbang Tol Cikupa yang menuju kawasan Merak tercatat mencapai 254.896 kendaraan. 

Jumlah tersebut naik sekitar 4,8 persen dibandingkan kondisi normal.

Arah Selatan: Menuju Puncak

Sementara itu, kendaraan yang bergerak ke arah selatan melalui Gerbang Tol Ciawi menuju kawasan Puncak tercatat sebanyak 172.201 kendaraan. 

Angka ini lebih rendah sekitar 7,3 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal, namun tetap menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat.

Prediksi Puncak Arus Mudik

Menurut informasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) melalui Baketrans, jumlah perjalanan masyarakat pada hari tersebut diperkirakan mencapai 21,97 juta perjalanan, atau sekitar 15,26 persen dari total pergerakan pemudik selama periode Lebaran.

Secara keseluruhan, pemerintah memperkirakan mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 dapat mencapai 143,91 juta orang, atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia, dikutip dari laman kemenhub.go.id.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa angka tersebut menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menyiapkan berbagai layanan transportasi selama periode mudik.

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar dalam merancang kesiapan layanan transportasi agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman.

Wilayah dengan jumlah pemudik terbesar berasal dari kawasan padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. 

Sementara itu, tujuan perjalanan masyarakat banyak terkonsentrasi ke provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu tujuan utama pemudik dari kawasan Jabodetabek.

Survei juga menunjukkan bahwa mobil pribadi menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan dengan perkiraan 76,24 juta orang. 

Disusul oleh sepeda motor sebanyak 24,08 juta orang dan bus sekitar 23,34 juta orang.

Untuk pengguna mobil, sebagian besar memilih perjalanan melalui jalan tol, sedangkan pengguna sepeda motor banyak memanfaatkan jalur alternatif di luar jalur utama.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Mudik Lebaran 2026

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved