Selasa, 5 Mei 2026

Lebaran 2026

Penulisan Minal Aidin Wal Faizin yang Benar Lengkap dengan Arti dan Penjelasan

Di Indonesia, ungkapan “Minal Aidin Wal Faizin” menjadi bagian yang sangat populer dalam setiap perayaan Lebaran.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNNEWS/HERUDIN
SALAT IDUL FITRI - Umat Islam bersiap menunaikan salat Idul Fitri 1447 Hijriah secara berjamaah di Jalan Jatinegara Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Di Indonesia, ungkapan “Minal Aidin Wal Faizin” menjadi bagian yang sangat populer dalam setiap perayaan Lebaran. 

Secara keseluruhan, kalimat ini mengandung doa:
“Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan meraih kemenangan.”

Mengutip dari kotasukabumi.baznas.go.id, makna “kembali” merujuk pada kondisi manusia yang kembali suci setelah menjalani Ramadan, sedangkan “kemenangan” menggambarkan keberhasilan dalam menahan hawa nafsu serta meningkatkan kualitas ibadah.

Yang perlu dipahami, ungkapan ini bukan berarti permintaan maaf. 

Anggapan bahwa “Minal Aidin Wal Faizin” berarti “mohon maaf lahir dan batin” sebenarnya tidak tepat. 

Ungkapan ini lebih berupa doa, bukan permintaan maaf.

Asal-usul dan Perkembangannya

Berbeda dari anggapan banyak orang, “Minal Aidin Wal Faizin” bukanlah ucapan yang diajarkan secara langsung dalam hadis Nabi. 

Bahkan, di negara-negara Arab, kalimat ini tidak menjadi ucapan utama saat Idul Fitri.

Beberapa kajian menyebutkan bahwa ungkapan ini berasal dari tradisi sastra Arab klasik yang kemudian berkembang dan populer di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Seiring waktu, kalimat ini menjadi bagian dari budaya Lebaran yang diwariskan turun-temurun.

Sementara itu, ucapan yang memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam adalah:

“Taqabbalallahu minna wa minkum”

Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”

Ucapan ini pernah digunakan oleh para sahabat Nabi saat merayakan hari raya.

Cara Mengucapkan Salam Lebaran yang Lebih Tepat

Tidak ada larangan menggunakan “Minal Aidin Wal Faizin”, selama maknanya dipahami dengan benar sebagai doa. 

Namun, agar lebih sesuai dengan ajaran Islam, sebaiknya ucapan tersebut dilengkapi dengan doa yang dianjurkan.

Contoh yang lebih lengkap adalah:

“Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin Wal Faizin.”

Dengan demikian, kita tidak hanya mengikuti tradisi yang berkembang di masyarakat, tetapi juga tetap berpegang pada ajaran yang memiliki landasan dalam Islam.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Minal Aidin Wal Faizin

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved