Iran Vs Amerika Memanas
Usai Temui Jokowi, Hasan Nasbi Jamin Stok BBM Aman di Tengah Konflik Timur Tengah
Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).
Ringkasan Berita:
- Hasan Nasbi buka suara perihal distribusi minyak di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah.
- Menurutnya, pemerintah sedang mencari cara agar pasokan minyak dalam negeri tetap aman imbas perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
- Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan itu menegaskan bahwa pemerintah selalu memperbarui stok BBM dalam negeri.
TRIBUNNEWS.COM - Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah pada Rabu (25/3/2026).
Setelah bertemu dengan Jokowi, Hasan sempat buka suara perihal distribusi minyak di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah.
Menurutnya, pemerintah sedang mencari cara agar pasokan minyak dalam negeri tetap aman imbas perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
"Dari pemerintah arahannya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sejak pertama kali perang meletus. Pemerintah sudah memprediksi dampaknya akan sejauh apa, mengenai harga, pasokan, dan Pertamina sebagai operator mengikuti arahan pemerintah," ucap Hasan, dikutip dari TribunSolo.com.
Menurutnya, pemerintah Indonesia sedang memikirkan opsi untuk mencari pasokan minyak dari negara lain.
"Dari sisi pasokan, kita mencari sebanyak mungkin sumber-sumber yang tidak tertahan di Selat Hormuz. Ada sumber-sumber di tempat lain seperti dari Afrika dan Amerika."
"Sejauh ini cadangan kita terus diperbarui sehingga kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi oleh Pertamina," sambungnya.
Hasan juga tak memungkiri bahwa harga minyak dunia mengalami kenaikan. Namun, pemerintah belum kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.
"Kita tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga," jelasnya.
Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan itu menegaskan bahwa pemerintah selalu memperbarui stok BBM dalam negeri.
"Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari, kemarin ditanya stoknya masih 20 hari. Besok ditanya masih 20 hari juga, karena stoknya terus diperbarui. Setiap hari seperti itu, minggu depan ditanya stoknya 20 hari. Pasokannya masuk terus," paparnya.
Baca juga: Google Maps Punya Fitur Cek Harga BBM, Ini Cara Pakainya
Menurutnya, pembaruan stok BBM setiap hari tersebut bisa meredam kepanikan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kelangkaan minyak.
"Pemerintah selalu mengarahkan kita mengantisipasi jauh-jauh hari dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu panic buying."
"Pemerintah akan melakukan penyesuaian, sudah ada ide dan rencana dari pemerintah untuk penghematan dari sisi konsumsi BBM. Jangan panik, sampai hari ini baik-baik saja. Insyaallah pemerintah mengusahakan yang terbaik," pungkasnya.