Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

BBM Aman saat Mudik, Pakar ITS Ingatkan Penambahan Cadangan Nasional Hadapi Gejolak Geopolitik

Pemerintah memastikan pasokan BBM saat mudik Lebaran aman, meski cadangan energi nasional masih terbatas dan perlu ditingkatkan.

Tayang:

Pemerintah menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga pasokan listrik masih berada pada level aman dan terkendali sesuai standar stok nasional.

Bahlil menjelaskan, meskipun kondisi ekonomi dan geopolitik dunia masih diliputi ketidakpastian, Indonesia mulai mendapat indikasi positif terkait jalur distribusi energi global di kawasan Selat Hormuz.

“Kita sedikit mendapat angin segar, dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup-buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (17/3/2026) lalu.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama badan usaha terkait terus memantau pergerakan stok energi secara harian guna memastikan distribusi tetap berjalan lancar.

Menurut Bahlil, untuk sektor kelistrikan dan bahan bakar rumah tangga dipastikan tidak ada kendala pasokan yang berarti.

“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia, semuanya masih dalam keadaan terkendali, aman, sesuai dengan standar minimal stok nasional kita. Nah, untuk menyangkut dengan LPG, kita juga sekarang di akhir bulan ini akan ada yang masuk juga. Jadi relatif oke,” jelasnya.

Ia juga memastikan ketersediaan energi menjelang Hari Raya Idulfitri tetap aman.

Baca juga: WFH 1 Hari Sepekan Dinilai Tak Efektif Hemat BBM, Legislator PKB Dorong Mitigasi Komprehensif

“Yang Hari Raya, tidak ada masalah. Batu bara juga untuk PLN, rata-rata di 14–15 hari itu memang batas minimal standar nasional kita,” kata Bahlil.

Selain itu, Bahlil menepis kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.

Menurutnya, pemerintah memiliki skema perhitungan sendiri dalam menentukan kebijakan energi, sehingga kebijakan negara lain tidak bisa dijadikan acuan mutlak karena Indonesia memiliki mekanisme pengaturan harga yang berbeda, termasuk dalam pembagian jenis BBM subsidi dan non-subsidi.

Ia menegaskan, kebijakan subsidi BBM tetap berada dalam kendali pemerintah setidaknya hingga masa Lebaran berakhir sebagai bentuk upaya menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga minyak dunia agar tetap berada dalam koridor asumsi yang dapat dikelola oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tugas pemerintah, tugas pemimpin, itu menyelesaikan masalah. Bukan menghindari masalah. Masalah rakyat adalah tanggung jawab utamanya pemerintah dan rakyat sendiri. Kita sama-sama menyelesaikan,” pungkas Bahlil. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved