Ijazah Jokowi
Dokter Tifa Bantah Isu Mundur dan Tetap Vokal Kritik Ijazah Jokowi Pasca-Ramadan
Tifauzia Tyassuma bantah mundur dari polemik ijazah Joko Widodo, siap lanjutkan kritik usai Ramadan.
Ringkasan Berita:
- Tifauzia Tyassuma membantah isu mundur dari polemik ijazah Joko Widodo.
- Ia rehat karena fokus ibadah Ramadan, bukan berhenti.
- Di tengah tawaran restorative justice dan perubahan sikap Rismon Hasiholan Sianipar, dr Tifa menegaskan tetap melanjutkan kritiknya.
TRIBUNNEWS.COM - Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa membantah isu dirinya mundur dari polemik ijazah Presiden ke-7 Ri Joko Widodo.
Ia menegaskan tetap akan vokal melanjutkan kritik setelah bulan Ramadan, menepis anggapan bahwa sikapnya mereda.
Pernyataan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pengkritik paling konsisten dalam isu ijazah Jokowi yang terus menjadi sorotan publik.
Isu mundurnya Dokter Tifa dari polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo sempat ramai diperbincangkan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Spekulasi tersebut muncul setelah sosok yang dikenal sebagai dr. Tifa itu terlihat jarang tampil di media maupun media sosial, sehingga memunculkan dugaan bahwa dirinya menghentikan perjuangannya atau bahkan “merapat” ke Solo.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah melalui klarifikasi yang disampaikan oleh Refly Harun.
Menurut Refly, absennya dr. Tifa dari ruang publik bukan karena mundur, melainkan karena fokus menjalankan ibadah di 10 hari terakhir Ramadan 2026.
“Akhirnya beredarlah spekulasi bahwa saya diam-diam ke Solo menghadap Raja Jawa untuk mengharapkan pengampunan,” ujar Refly membacakan pernyataan dr. Tifa.
Dalam penjelasannya, dr. Tifa mengaku sengaja menarik diri sementara dari berbagai aktivitas publik demi memperdalam ibadah.
“Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, saya ingin memusatkan diri pada ibadah,” tulisnya.
Baca juga: PDIP Bakal Laporkan YouTube Dibikin Channel usai Tuding Puan Jadi Koordinator Kasus Ijazah Jokowi
Bantah Merapat ke Solo
Meski sempat tidak muncul ke publik, dr. Tifa menegaskan dirinya tidak berhenti menyuarakan kritik, termasuk terkait isu ijazah Jokowi.
Ia bahkan memperkenalkan buku terbarunya berjudul Otak Politik Jokowi (OPJ) yang mengulas pendekatan neuropolitik terhadap kepemimpinan Jokowi, termasuk isu pendidikan hingga kebijakan publik.
“Siapa bilang Dr. Tifa quit?” tulisnya di media sosial.
Buku tersebut juga mendapat pengantar dari Rocky Gerung.
Kritik Tetap Berlanjut
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Refly, dr. Tifa juga menyoroti praktik kekuasaan yang dinilai cenderung melemahkan pihak-pihak yang kritis.