Minggu, 19 April 2026

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Gus Ipul jadi Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama 2026

Saifullah Yusuf dipercaya menjadi Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar pada 2026.

Editor: Wahyu Aji
Tribun Jatim Network/Sofyan Candra Arif Sakti
PANITIA MUKTAMAR NU - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah) saat konferensi pers di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kelurahan Surodakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026). Gus Ipul ditunjuk sebagai Ketua Panitia Muktamar PBNU 2026. 

Polemik di PBNU

Perseteruan di PBNU mencuat sejak rapat Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.

Latar Belakang Polemik

• Rapat Syuriyah 20 November 2025: Syuriyah PBNU mengeluarkan keputusan yang dianggap memberhentikan Gus Yahya sebagai Ketua Umum.

• Dualisme dasar hukum: Kubu Rais Aam berpegang pada Peraturan Perkumpulan, sementara Gus Yahya menegaskan posisinya sah berdasarkan AD/ART PBNU.

• Konferensi alim ulama: Pertemuan di kantor PBNU Jakarta pada 23 November 2025 memperlihatkan perbedaan tajam antara dua kubu.

Poin-Poin Perselisihan

• Legitimasi kepemimpinan: Apakah keputusan Syuriyah bisa langsung memberhentikan Ketua Umum, atau harus melalui mekanisme Muktamar.

• Interpretasi AD/ART: Gus Yahya menilai AD/ART memberi kewenangan penuh pada Ketua Umum, sementara Syuriyah menekankan peran Rais Aam sebagai pengawas tertinggi.

• Soliditas organisasi: Konflik ini menimbulkan kegelisahan di PWNU daerah yang khawatir akan perpecahan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul Panitia Inti Muktamar PBNU 2026 telah Dibentuk, Gus Ipul akan Pimpin Kepanitiaan

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved