Kamis, 30 April 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pakar: Pasukan Perdamaian Malah Jadi Korban, Perlu Ada Evaluasi

Pakar Hubungan Internasional Dina Sulaeman meminta agar pemerintah mengevaluasi pengiriman pasukan perdamaian ke Lebanon.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Tiga prajurit TNI gugur saat bertugas sebagai Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL di Lebanon Selatan akibat serangan Israel.
  • Imbas kejadian ini, Pakar HI Dina Sulaeman meminta pemerintah mengevaluasi pengiriman pasukan perdamaian ke Lebanon.
  • Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan karena mandat sebagai penjaga perdamaian tak bisa mencegah kejahatan yang dilakukan oleh Israel.

TRIBUNNEWS.COM - Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran (Unpad), Dina Sulaeman, meminta agar pemerintah mengevaluasi pengiriman pasukan perdamaian ke Lebanon.

Pasalnya, tiga prajurit TNI gugur saat bertugas sebagai Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL di Lebanon Selatan akibat serangan Israel pada Minggu-Senin (29-30/3/2026).

"Ada tiga yang gugur dan masih ada yang lain yang luka-luka. Dan ini menurut saya kita perlu mengevaluasi lagi kehadiran kita di sana (Lebanon)," ujar Dina dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews pada Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan karena mandat sebagai penjaga perdamaian tak bisa mencegah kejahatan yang dilakukan oleh Israel.

"Apakah ada gunanya ketika mandatnya hanya untuk menjaga perdamaian tanpa bisa melakukan apa pun untuk mencegah kejahatannya Israel?" ungkap Dina.

Ia menjelaskan bahwa Israel merupakan agresor yang melakukan kejahatan kemanusiaan luar biasa di Lebanon.

Sudah lebih dari 1 juta orang Lebanon terpaksa mengungsi dan ribuan orang lainnya dibunuh oleh Israel.

"Pasukan perdamaian di sana tidak bisa melakukan apa pun malah menjadi korban. Artinya perlu dievaluasi lagi ini. Kita memang perlu tidak mengirimkan pasukan ke sana ketika kita tidak bisa berbuat apa pun?" 

"Karena yang dihadapi adalah Israel yang seperti itu perilakunya dan membuat tentara kita berada dalam risiko besar seperti ini," ucap Dina.

Desakan Pemerintah

Pemerintah Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar rapat darurat setelah tiga prajurit TNI di Lebanon Selatan tewas diserang pasukan Israel.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengaku telah berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres guna membahas serangan Israel itu.

Baca juga: Prajurit TNI Gugur Diserang Israel, TB Hasanuddin: Yang Paling Mengancam Keselamatan Itu di Lebanon

“Mengapresiasi ucapan belasungkawa dari Sekretaris Jenderal dan kesiapan PBB untuk bekerja sama dengan Indonesia secara erat,” kata Sugiono di akun X resmi Menlu RI, Senin (30/3/2026).

“Dalam konteks ini, kami meminta adanya rapat darurat DK PBB demi penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan.”

Sugiono juga sempat bercakap dengan Menteri Luar Negeri dan Emigran Lebanon Youssef Raggi pada hari yang sama. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved