Senin, 27 April 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Pemerintah Diminta Tarik Pasukan TNI di Lebanon, Pakar: Itu yang Harus Dilakukan

Pakar HI dari Dina Sulaeman mengaku sepakat atas usulan agar pemerintah menarik pasukan dari Lebanon imbas tewasnya tiga prajurit TNI.

Ringkasan Berita:
  • Tiga prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian gugur akibat serangan misil Israel di Lebanon.
  • Merespons hal tersebut, Komisi I DPR RI meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI di Lebanon.
  • Pakar HI dari Unpad Dina Sulaeman menyatakan sepakat agar prajurit TNI ditarik dari Lebanon.

TRIBUNNEWS.COM - Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Dina Sulaeman mengaku sepakat atas dorongan agar pemerintah menarik pasukan TNI menyusul tewasnya tiga prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian akibat serangan misil Israel di Lebanon.

Dina menyebut, hal itu perlu dilakukan untuk melindungi prajurit TNI. Pasalnya, pasukan yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) ternyata juga menjadi korban kebrutalan Israel.

"Iya, memang itu yang harus dilakukan. Yang pertama demi melindungi tentara kita. Karena sekali lagi mandat UNIFIL itu tidak boleh melakukan serangan. Jadi harus bagaimana ketika menghadapi tentara Israel yang sedemikian brutal, sedemikian membabi buta membombardir Lebanon Selatan di mana di sana ada tentara kita? Nah, berarti kan memang harus ditarik untuk melindungi tentara kita," ucap Dina dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews pada Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, menarik pasukan dari Lebanon bisa menjadi sebuah pesan diplomatik yang kuat bahwa Indonesia melakukan protes terhadap Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang gagal melindungi prajurit TNI.

"PBB melakukan apa selama ini untuk melindungi tentara perdamaian? Kan enggak melakukan apa pun, hanya mengecam saja, mengutuk saja," ungkapnya.

Penarikan pasukan juga berarti pesan kepada Israel bahwa Indonesia tak mau menjadi pihak yang dikorbankan.

"Kemudian juga mengirimkan pesan pada Israel dan kepada Amerika Serikat bahwa kita tidak mau lagi menjadi pihak yang dikorbankan," sambungnya.

Dina lantas mengungkit bahwa Indonesia sudah mau bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Pemerintah pun berkomitmen untuk mengirimkan pasukan ke Gaza, Palestina.

"Tapi kan ternyata tidak dihormati sama sekali, malah dijadikan target serangan oleh Israel," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi I DPR RI meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI di Lebanon.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Minta Sidang Darurat DK PBB Digelar

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut, Komisi I DPR RI menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan mengecam serangan yang justru mengenai pasukan Indonesia. 

“Nah, maka itu bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (30/3/2026).

Ia juga menyoroti efektivitas keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di wilayah Lebanon di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Politikus Partai Golkar itu mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap keselamatan prajurit TNI, jika keberadaannya justru menjadi sasaran pihak-pihak yang berkonflik dan tidak berhasil mendorong perdamaian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved