Kamis, 9 April 2026

Mendikdasmen Tegaskan WFH Bukan Liburan, ASN yang Langgar Bakal Dapat Sanksi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memastikan pihaknya menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk ASN Kemendikdasmen.

HO/Kemendikdasmen
WFH BAGI ASN - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memastikan pihaknya menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk aparatur sipil negara (ASN) Kemendikdasmen. 

Abdul Mu’ti memastikan penerapan sistem reward and punishment tetap berlaku bagi ASN.

"Ya tentu ada (sanksi). Namanya pelaksanaan tugas, ada penghargaan dan juga sanksi. Tapi semuanya dalam kerangka pembinaan agar ASN dapat melaksanakan tugas sesuai arahan Presiden," ujarnya.

Pemerintah menerbitkan kebijakan bekerja dari rumah selama satu hari dalam satu pekan, yakni hari Jumat, bagi aparatur sipil negara (ASN) di pusat dan daerah.

Kebijakan tersebut sebagai bagian dari adaptasi atas kondisi geopolitik global yang telah mengganggu rantai pasok energi.

“Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Kebijakan WFH tersebut diatur melalui surat edaran Menpan RB dan Mendagri. Dengan adanya WFH, diharapkan terjadi perubahan sistem kerja pemerintah menjadi lebih berbasis digital.

“Mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital kemudian,” katanya.

SEKOLAH TATAP MUKA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dilakukan secara tatap muka atau luring seperti biasa. Hal ini diungkap Airlangga untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat soal kemungkinan kegiatan sekolah dilakukan secara daring atau online menyusul adanya kebijakan WFH untuk ASN, Selasa (31/3/2026).
SEKOLAH TATAP MUKA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dilakukan secara tatap muka atau luring seperti biasa. Hal ini diungkap Airlangga untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat soal kemungkinan kegiatan sekolah dilakukan secara daring atau online menyusul adanya kebijakan WFH untuk ASN, Selasa (31/3/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)

Selain WFH, kata Airlangga, pemerintah memutuskan untuk membatasi penggunaan mobil dinas hingga 50 persen, terkecuali untuk mobil dinas operasional dan kendaraan listrik. Dengan kebijakan tersebut, diharapkan penggunaan transportasi publik lebih maksimal.

“Efisiensi mobilitas termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas 50 persen kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik dan mendorong menggunakan transportasi publik, jadi mengurangi kendaraan dinas dan menggunakan semaksimal mungkin transportasi publik,” katanya.

Pemerintah juga melakukan efisiensi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen dan perjalanan dinas luar negeri hingga 70 persen.

Pemerintah juga mengimbau agar jumlah hari serta ruas jalan untuk car free day ditambah sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved