Minggu, 19 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Zulhas Sebut Sebanyak 2.162 SPPG Disetop Sementara untuk Perbaikan Layanan

Menko Pangan menyebut program MBG memiliki cakupan yang sangat besar jadi wajar apabila ditemukan banyak tantangan di lapangan dan perlu disempurnakan

Penulis: Lita Febriani
Editor: willy Widianto
Tribunnews.com/Lita Febriani
MAKAN BERGIZI GRATIS - Konferensi Pers usai Rapat Terbatas Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kantor Kemenko Pangan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Baca juga: Prabowo dan MBG di Persimpangan Algoritma

Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahkan dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi standar layanan yang ditetapkan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan hal tersebut usai rapat terbatas terkait tata kelola penyelenggaraan MBG.

"Baru saja rapat terbatas tata kelola penyelenggaraan program MBG (Makan Bergizi Gratis). Progres 30 Maret 2026 itu sudah berada di 38 provinsi, mencapai 61.680.043 penerima manfaat," tutur Zulkifli usai Rapat Terbatas Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kantor Kemenko Pangan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Program ini dijalankan melalui SPPG yang bertugas menyediakan dan mendistribusikan makanan bergizi secara langsung kepada penerima manfaat di berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah mencatat puluhan ribu unit SPPG telah beroperasi. Namun, tidak semuanya berjalan sesuai standar.

"Sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi, dengan 2.162 ditutup sementara dan yang disuspensi 1.789 SPPG. SP 1 368, SP 2 ada 5 SPPG. Totalnya 2.162. Tapi ini bergerak terus," terang Zulkifli Hasan (Zulhas).

Langkah penghentian sementara ini merupakan bagian dari upaya penertiban terhadap SPPG yang belum memenuhi perjanjian tingkat layanan atau Service Level Agreement (SLA).

"Ini yang (di-suspend) enggak tertib, yang belum memenuhi SLHS (Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi) dan lain-lain. Jadi kita terus-menerus (melakukan perbaikan)," ucapnya.

Menko Pangan menyebut, program MBG memiliki cakupan yang sangat besar sehingga wajar jika masih ditemukan berbagai tantangan di lapangan. Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan pelaksanaannya.

Baca juga: Di Tengah Gejolak Global, MBG Didorong Bertransformasi Jadi Penggerak Ekonomi Pangan

"MBG ini program yang sangat besar, mendasar, luar biasa, 60 juta memberi orang anak-anak kita makan tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Tapi pemerintah terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan. Tentu masih ada kurang sana-sini, tapi sekali lagi insya Allah akan semakin bagus, ya," jelas Zulhas.

Zulhas menyatakan, SPPG yang disuspensi masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan. Akan tetapi, jika tidak memenuhi ketentuan, maka penutupan permanen akan dilakukan.

"Jadi tadi ada 2.162 SPPG ditutup sementara jumlah totalnya, tapi 1.789 disuspensi agar bisa diperbaiki. Kalau enggak diperbaiki, ya kita tutup," imbuhnya.

Baca juga: Konflik Iran vs AS, Zulhas Sebut Prabowo Sudah Antisipasi soal Pangan: Stok Aman hingga Tahun Depan

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved