Prajurit TNI Gugur di Lebanon
TB Hasanuddin Minta Pemerintah Evaluasi Keterlibatan TNI Dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Pemerintah diminta segera mengambil langkah serius memastikan adanya investigasi menyeluruh terkait penyebab ledakan yang melukai prajurit TNI.
"Kalau kehadiran kita di sana tidak lagi memberikan manfaat signifikan dan justru membahayakan prajurit TNI, sementara pihak-pihak di lapangan tidak kooperatif dan PBB terlihat lemah, maka opsi untuk menarik pasukan harus mulai dipikirkan secara serius," katanya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tetap harus dijaga, dengan tetap menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama.
"Keselamatan prajurit adalah prioritas utama. Komitmen internasional harus tetap dijalankan, tetapi dengan perhitungan matang dan perlindungan maksimal bagi setiap personel kita," pungkasnya.
Asal Usul Ledakan Belum Diketahui
Sementara itu, pihak UNIFIL menyatakan hingga kini penyebab ledakan masih belum dapat dipastikan. Juru bicara UNIFIL menyebut proses penyelidikan masih berlangsung.
"Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (4/4/2026).
Diketahui, tiga prajurit TNI menjadi korban dalam insiden tersebut, dua di antaranya mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke rumah sakit.
Sementara sebelumnya, tiga prajurit TNI telah gugur saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.
Tiga prajurit TNI yakni Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan sebelumnya gugur dalam insiden yang terjadi di dua lokasi dan dua waktu berbeda saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di bawah mandat PBB atau UNIFIL di Lebanon.
Praka Farizal gugur akibat ledakan proyektil artileri di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).
Seorang prajurit TNI penjaga perdamaian juga terluka parah dalam insiden tersebut.
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat sebuah ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wawancara-khusus-dengan-anggota-komisi-i-dpr-tb-hasanuddin_20240716_231101.jpg)