Rabu, 22 April 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon

TB Hasanuddin Minta Pemerintah Evaluasi Keterlibatan TNI Dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Pemerintah diminta segera mengambil langkah serius memastikan adanya investigasi menyeluruh terkait penyebab ledakan yang melukai prajurit TNI.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
PRAJURIT TNI DI LEBANON - Insiden ledakan yang melukai tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan kembali memicu sorotan terhadap aspek keamanan pasukan Indonesia di wilayah konflik. Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah serius, terutama dalam memastikan adanya investigasi menyeluruh serta penguatan langkah mitigasi di lapangan. TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN 

"Kalau kehadiran kita di sana tidak lagi memberikan manfaat signifikan dan justru membahayakan prajurit TNI, sementara pihak-pihak di lapangan tidak kooperatif dan PBB terlihat lemah, maka opsi untuk menarik pasukan harus mulai dipikirkan secara serius," katanya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tetap harus dijaga, dengan tetap menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama.

"Keselamatan prajurit adalah prioritas utama. Komitmen internasional harus tetap dijalankan, tetapi dengan perhitungan matang dan perlindungan maksimal bagi setiap personel kita," pungkasnya.

Asal Usul Ledakan Belum Diketahui

Sementara itu, pihak UNIFIL menyatakan hingga kini penyebab ledakan masih belum dapat dipastikan. Juru bicara UNIFIL menyebut proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (4/4/2026).

Diketahui, tiga prajurit TNI menjadi korban dalam insiden tersebut, dua di antaranya mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke rumah sakit.

Sementara sebelumnya, tiga prajurit TNI telah gugur saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.

Tiga prajurit TNI yakni Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan sebelumnya gugur dalam insiden yang terjadi di dua lokasi dan dua waktu berbeda saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di bawah mandat PBB atau UNIFIL di Lebanon.

Praka Farizal gugur akibat ledakan proyektil artileri di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).

Seorang prajurit TNI penjaga perdamaian juga terluka parah dalam insiden tersebut.

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat sebuah ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026).

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved