Rabu, 3 Juni 2026

Titik Soeharto Nilai Indonesia Perlu Kuatkan Cadangan Pangan, Mentan Sebut Stok Beras Aman

Siti Hediati Soeharto dorong penguatan cadangan pangan hadapi krisis global dan perubahan iklim, Mentan bilang stok beras aman.

Tayang:
Surya/Purwanto
KETERSEDIAAN BERAS - Petugas melakukan pengecekan rutin di gudang Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) Gadang, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (11/3/2026). Siti Hediati Soeharto menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global. 

Ringkasan Berita:
  • Siti Hediati Soeharto dorong penguatan cadangan pangan hadapi krisis global dan perubahan iklim
  • Sinergi lintas kementerian dan BUMN pangan dinilai penting jaga stabilitas pasokan nasional
  • Andi Amran Sulaiman sebut stok beras nasional capai 4,6 juta ton tertinggi sepanjang sejarah

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah ketidakpastian global yang meningkat hingga perubahan iklim, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional.

Perempuan yang akrab disapa Titik Soeharto itu menilai ketahanan pangan nasional harus diperkuat melalui sinergi lintas sektor.

Mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pangan Nasional, serta BUMN pangan yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di dalam negeri.

“Komisi IV DPR RI meminta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah serta memastikan stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah dinamika global dan perubahan iklim,” ujar Titiek Soeharto dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan Mentan, Kepala Bapanas, Menteri KKP, dan perusahaan BUMN terkait di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Politisi Partai Gerindra tersebut menilai bahwa penguatan cadangan pangan merupakan langkah krusial untuk mengantisipasi potensi terganggunya pasokan, baik karena krisis global, perubahan iklim, maupun kendala distribusi di dalam negeri.

Optimalisasi peran Perum Bulog dan ID Food sebagai BUMN Holding Pangan, tegas Titik, sangat strategis dalam menjaga ketersediaan stok pangan nasional.

Komisi IV juga mendorong peningkatan produksi pangan dalam negeri.

Upaya itu dilakukan melalui penyediaan benih berkualitas, pemenuhan kebutuhan pupuk, penguatan sistem irigasi, serta dukungan sarana dan mesin pertanian pada fase prapanen hingga pascapanen. 

“Upaya menjaga ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, hingga stabilisasi distribusi dan harga pangan,” pungkasnya.

Baca juga: Respons Fenomena Godzilla El Nino, Mentan Tegaskan Stok Beras Nasional Aman Hingga 2027

Stok Beras Aman

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan stok beras nasional saat ini mencapai 4,6 juta ton, yang disebutnya sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Hari ini, stok beras kita 4,6 juta ton. Dan itu tertinggi sepanjang sejarah,” kata Amran usai rapat kerja  dengan Komisi IV DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Amran juga menyoroti capaian di sektor energi berbasis pertanian, khususnya program biofuel B50 yang memanfaatkan crude palm oil (CPO). 

Dia menyebut, pemerintah menargetkan tidak melakukan impor solar pada tahun ini. “Target dari Bapak, perintah Bapak Presiden, kita tidak impor solar tahun ini. Itu kita gunakan dari CPO. 5,3 juta ton kita tidak impor solar,” ujarnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut justru berdampak positif terhadap kinerja ekspor. Meski sempat mengurangi ekspor CPO dari 26 juta ton menjadi 21 juta ton, ekspor CPO justru naik signifikan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved