Krisis Energi
Prabowo Buka Suara soal Krisis Timur Tengah: Harga Energi Naik, Tapi Indonesia Masih Aman
Pemerintah telah memiliki berbagai instrumen kebijakan guna meredam dampak negatif baik di sektor energi serta ekonomi secara keseluruhan di Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah dan memicu lonjakan harga energi global kini mulai dirasakan dampaknya oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi nasional masih berada dalam jalur yang relatif aman dan terkendali, berkat fondasi ketahanan yang dibangun dari prinsip kedaulatan sumber daya alam serta kebijakan strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi.
Baca juga: Cerita WNI dari New York: Harga BBM Naik 40 Persen, Tak Ada Imbauan Hemat Energi
Dalam arahannya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026), Prabowo mengakui bahwa krisis di Timur Tengah memberikan tekanan signifikan terhadap sektor energi global. Namun, ia menilai Indonesia memiliki posisi yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain yang terdampak lebih dalam oleh gejolak tersebut.
Menurut Prabowo, keyakinan terhadap ketahanan nasional tidak muncul tanpa dasar. Ia merujuk pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berada di bawah kendali negara demi menjamin kesejahteraan rakyat.
“Dalam Undang-Undang 1945 jelas disampaikan bahwa bumi, air, dan seluruh kekayaan yang terkandung di dalamnya harus dikuasai negara karena sangat menentukan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak melihat situasi global secara sempit, melainkan dengan perspektif yang lebih luas dan penuh rasa optimisme. Menurutnya, di tengah krisis global, stabilitas domestik Indonesia masih terjaga dengan baik.
“Yang kita hadapi sekarang, krisis di Timur Tengah yang membuat harga energi menjulang, justru harus kita sikapi dengan keyakinan bahwa kondisi kita masih lebih baik dibandingkan bangsa lain,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Prabowo memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari krisis global tersebut. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari para menteri, kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih cukup aman meski tidak terlepas dari tantangan.
Baca juga: Antisipasi Krisis Energi, DPR Minta Pemerintah Benahi Transportasi Publik
Ia menegaskan, pemerintah memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk meredam dampak negatif, baik di sektor energi maupun ekonomi secara keseluruhan.
“Saya telah mempelajari angka-angka dan laporan dari menteri-menteri, ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan, tapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/taklimat-8-Apri.jpg)