Presiden Prabowo: Ada yang Enggak Mau Ikut Bangun Jembatan, Tapi Ngatur hingga Memaki
Presiden Prabowo sentil pihak yang ogah kerja sama tapi hobi memaki. Ibaratkan orang bangun jembatan: Enggak mau bantu, tapi ikut ngatur!
Ringkasan Berita:
- Sentilan Presiden: Prabowo Subianto menyinggung adanya kelompok warga negara yang bersikap tertutup dan enggan diajak bekerja sama membangun bangsa.
- Analogi Jembatan: Ia mengibaratkan pihak yang tidak ikut gotong royong di desa namun sibuk mendikte teknis pengerjaan kayu dan paku secara agresif.
- Kritik vs Makian: Presiden menegaskan kritik diperbolehkan, namun ia heran terhadap pihak yang tidak berkontribusi tetapi gemar mengatur dan memaki.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena adanya kelompok masyarakat di Indonesia yang enggan diajak bekerja sama, namun gemar mengkritik, mengatur hingga melontarkan makian terhadap kinerja pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Kerja bersama jajaran anggota Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Halaman Tengah Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Memang saudara-saudara, ada satu fenomena yang kita rasakan bersama bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga, keluarga besar NKRI juga, yang mempunyai satu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama,” kata Prabowo dalam arahannya.
Analogi Jembatan: Menonton dan Memaki
Meski demikian, Presiden mengaku tetap menghormati sikap tersebut.
Menurutnya, tidak menjadi persoalan apabila ada pihak yang memilih untuk tidak terlibat langsung dalam upaya pembangunan bangsa.
Presiden kemudian memberikan perumpamaan sederhana terkait budaya gotong royong di tingkat desa untuk menggambarkan situasi sosial tersebut.
"Kita hormati, kita tidak ada masalah. Saya katakan kalau di suatu tempat, iya kan di suatu desa, rakyat desa melihat ada kebutuhan bangun jembatan, kemudian sebagian besar desa itu memutuskan bangun jembatan, dan gotong royong bangun jembatan."
"Tapi, ada sekelompok yang tidak mau ikut bangun jembatan, ya tidak ada masalah. Yang mau bangun ayo, yang tidak mau ya tidak ada masalah," jelasnya.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap pihak-pihak yang memilih menjadi penonton saat pemerintah bekerja keras, termasuk jika pihak tersebut melontarkan kritik.
“Saudara duduk nonton atau apa, boleh. Kritik boleh,” tegas Presiden.
Baca juga: Prabowo Tak Masalah Disebut Keras Kepala: Bagi Sebuah Bangsa, Keras Kepala Itu Butuh
Sentilan "Ikut Ngatur" Tanpa Kontribusi
Namun, poin yang menjadi perhatian utama Presiden adalah tindakan pihak yang tidak ikut membantu, tetapi justru sibuk mengatur teknis pengerjaan sambil melontarkan makian kepada mereka yang sedang bekerja nyata.
“Hanya saya juga tidak mengerti kalau saya lagi mau bangun jembatan, ada yang duduk, dia tidak mau bangun jembatan dia kritik. Kamu goblok, kayunya salah jangan di situ, pakunya salah harus di sini, rantainya salah. Salah saja terus,” pungkas Prabowo menirukan kritik dari kelompok tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-saat-memberikan-taklimat-di-Istana-Negara-sentil-pengkritik.jpg)