Polemik Saiful Mujani
Fadli Zon Respons Pernyataan Saiful Mujani Ajak Jatuhkan Prabowo, Singgung Perilaku Pengkhianat
Fadli Zon, mengkritik pernyataan Saiful Mujani, yang dinilai memprovokasi masyarakat untuk menjatuhkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ringkasan Berita:
- Fadli Zon menilai ajakan Saiful Mujani untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah merupakan tindakan inkonstitusional
- Fadli Zon menegaskan sebagai orang yang menyandang gelar profesor, Saiful Mujani seharusnya paham tentang demokrasi
- Fadli Zon menyayangkan adanya pihak-pihak yang masih menggunakan cara-cara tidak etis dalam berpolitik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengkritik pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang dinilai memprovokasi masyarakat untuk menjatuhkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Fadli Zon menilai ajakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah merupakan tindakan inkonstitusional.
"Jangan memprovokasi apa namanya secara inkonstitusional untuk mengajak orang menjatuhkan dan lain-lain. Itu menurut saya bukan ciri-ciri intelektual," kata Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Fadli Zon menegaskan sebagai orang yang menyandang gelar profesor, Saiful seharusnya paham tentang demokrasi.
"Kalau kemarin siapa, Pak Saiful Mujani, orang harusnya tahu dong dia, tahu mengerti demokrasi apalagi profesor gitu ya," ujar Menteri Kebudayaan ini.
Baca juga: Mahfud MD Respons Pernyataan Saiful Mujani soal Jatuhkan Prabowo: Tak Ada Unsur Makar Sama Sekali
"Tetapi apakah dia pernah ikut berkontestasi di dalam demokrasi? Pernah nggak? Coba dia jadi anggota legislatif di salah satu partai atau menjadi apa untuk mendapatkan dukungan rakyat? Baru ngerti arti demokrasi," lanjut dia.
Lebih lanjut, Fadli Zon mengibaratkan upaya-upaya menjatuhkan pemimpin di tengah kerja membangun bangsa seperti perilaku pengkhianat di masa perjuangan kemerdekaan.
Ia merujuk pada sejarah Agresi Militer Belanda I dan II, di mana saat para pemimpin sedang fokus berjuang, selalu ada pihak yang melakukan tindakan menikam dari belakang atau stabbing from the back.
Baca juga: Klarifikasi Saiful Mujani soal Pernyataan Jatuhkan Prabowo, Klaim Bukan Makar: Itu Sikap Politik
"Jadi ciri-ciri pengkhianat semacam itu memang selalu ada di setiap zaman. Dan menurut saya itu sesuai dengan kata pepatah pengkhianat itu menusuk dari belakang, menggunting dalam lipatan gitu ya, mengail di air keruh," tegas Fadli Zon.
Fadli Zon menyayangkan adanya pihak-pihak yang masih menggunakan cara-cara tidak etis dalam berpolitik.
Ia menyamakan perilaku tersebut dengan pepatah "menggunting dalam lipatan" dan "mengail di air keruh".
"Nah ini yang menurut saya budaya yang tidak baik. Ada budaya baik yang harus kita kembangkan, ada budaya yang harus kita tinggalkan. Nah budaya menggunting dalam lipatan itu menurut saya adalah yang tidak baik gitu ya. Jadi ciri-ciri pengkhianat itu ya seperti itu," tuturnya.
Respons Istana
Terpisah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tidak ambil pusing dengan pernyataan Saiful Mujani.
Teddy mengaku dirinya banyak pekerjaan sehingga tidak sempat membaca atau mendengar pernyataan pimpinan lembaga konsultan politik SMRC tersebut.
“Wah, saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Itu kira-kira,” kata Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (7/4/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Kebudayaan-Fadli-Zon-soal-Hari-Kebudayaan-Nasional.jpg)