Rabu, 8 April 2026

Prabowo Respons Isu Pemakzulan: Ganti Pemerintah Ada Mekanismenya

Presiden Prabowo tanggapi isu pemakzulan. Tegaskan kedaulatan di tangan rakyat dan ganti pemerintah harus lewat jalur konstitusi yang sah.

Penulis: Taufik Ismail
YouTube Sekretariat Presiden
ISU PEMAKZULAN — Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan taklimat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Ia menegaskan bahwa isu pemakzulan merupakan bagian dari dinamika demokrasi, sejauh mekanisme pergantian kepemimpinan tersebut ditempuh melalui jalur konstitusi yang sah dan damai. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo menyatakan tidak keberatan dengan adanya evaluasi rakyat terhadap pemerintah, termasuk melalui mekanisme pergantian kekuasaan.
  • Presiden menekankan jalur konstitusi seperti Pemilu atau pemakzulan melalui DPR dan MK sebagai saluran yang sah dalam demokrasi.
  • Mengacu pada transisi Bung Karno hingga Gus Dur, Presiden meminta masyarakat memercayai sistem yang telah dibangun tanpa kekerasan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, rakyat memiliki hak sepenuhnya untuk menilai hingga mengganti pemerintahan. Namun, ia mengingatkan bahwa segala proses tersebut harus menempuh jalur konstitusional yang telah disepakati para pendiri bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Rapat Kerja bersama anggota Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dalam arahannya, Kepala Negara secara terbuka menyinggung soal narasi pemakzulan (impeachment) yang belakangan berembus di ruang publik. Prabowo menyatakan tidak mempermasalahkan apabila ada pihak yang menilai kinerja pemerintahannya tidak baik.

"Kedaulatan di tangan rakyat, tidak ada masalah kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik ya gantilah pemerintah itu, ada mekanismenya dengan baik dengan damai," kata Prabowo.

Jalur Konstitusi Melalui DPR dan MK

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menekankan bahwa Indonesia telah memegang konsensus sebagai negara demokrasi.

Oleh karena itu, terdapat jalur resmi yang dapat ditempuh untuk melakukan pergantian kepemimpinan, baik melalui proses pemungutan suara maupun mekanisme hukum.

"Bisa melalui pemilihan umum tidak ada masalah, bisa juga melalui impeachment gak ada masalah. Tapi, impeachment melalui saluran DPR/MPR, MK dilakukan tidak masalah," tegasnya.

Presiden kemudian merefleksikan sejarah panjang pergantian kekuasaan di Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana para pendahulu bangsa melewati masa transisi tanpa harus melalui jalur kekerasan.

"Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai melalui proses tidak melalui kekerasan," kenang Prabowo.

Baca juga: Presiden Prabowo: Ada yang Enggak Mau Ikut Bangun Jembatan, Tapi Ngatur hingga Memaki

Di akhir arahannya, Presiden mengajak seluruh jajarannya dan masyarakat untuk tetap memercayai sistem demokrasi yang ada di tanah air.

"Jadi Saudara-saudara percayalah pada sistem yang telah dibangun pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri pada Indonesia," pungkasnya.

Kritik Saiful Mujani 

Respons Presiden ini muncul di tengah kritik tajam yang dilontarkan peneliti Saiful Mujani.

Dalam video ceramah yang diunggah akun Instagram @leveenia dan kanal YouTube Sociocorner, Saiful berbicara mengenai cara menjatuhkan Presiden Prabowo.

Saiful menilai prosedur formal pemakzulan tidak akan efektif.

"Alternatifnya bukan prosedur formal impeachment itu. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu," ucap Saiful dalam potongan video tersebut.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut diambil demi kepentingan yang lebih besar.

"Kalau nasihati Prabowo tidak bisa juga. Bisanya hanya bisa dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, tapi bukan menyelamatkan Prabowo, melainkan menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved