Rabu, 13 Mei 2026

IKA UII Tak Mau Sekadar Nostalgia, Ari Yusuf Amir: Harus Jadi Kekuatan Nyata

Ketum IKA UII Ari Yusuf Amir dorong alumni jadi kekuatan kolektif berdampak melalui program sosial dan respons isu global

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/ho
ALUMNI UII - Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Ari Yusuf Amir menegaskan bahwa organisasi alumni tidak boleh hanya menjadi ruang nostalgia, melainkan harus bertransformasi menjadi kekuatan kolektif yang nyata bagi masyarakat dan bangsa. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum IKA UII Ari Yusuf Amir menegaskan organisasi alumni harus bertransformasi menjadi kekuatan kolektif yang berdampak
  • Dalam Halalbihalal di Jakarta, ia memaparkan program nyata seperti beasiswa, kegiatan sosial, dan koperasi alumni 
  • IKA UII juga didorong aktif merespons isu global dengan nilai kemanusiaan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Ari Yusuf Amir menegaskan bahwa organisasi alumni tidak boleh hanya menjadi ruang nostalgia, melainkan harus bertransformasi menjadi kekuatan kolektif yang nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Hal itu disampaikannya saat acara Halalbihalal IKA UII di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026).

Dalam sambutannya, Ari menyoroti pesatnya perkembangan organisasi yang kini telah memiliki 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 80 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), 22 badan otonom, hingga satu perwakilan luar negeri.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa semangat kebersamaan itu hidup dan berkembang di berbagai wilayah,” ujar Ari.

Menurutnya, IKA UII harus melampaui sekadar wadah silaturahmi. Ia menekankan pentingnya peran alumni sebagai kekuatan sosial yang mampu menghadirkan manfaat nyata.

Baca juga: UII Yogyakarta Buka Pendaftaran Jalur Skor TKA-UTBK 2026, Ini Ketentuan dan Jadwal Pelaksanaannya

“Kalau organisasi alumni lain hanya berkumpul untuk nostalgia, IKA UII harus berbeda. Kita harus menjadi energi kolektif yang bekerja, mengabdi, dan memberi dampak,” tegasnya.

Ari memaparkan sejumlah program konkret yang telah dijalankan, mulai dari pemberian ratusan beasiswa untuk jenjang S1 hingga S3, kegiatan sosial di berbagai daerah terdampak bencana, hingga pembentukan koperasi alumni.

Selain itu, IKA UII juga aktif menggelar kegiatan penggalangan dana kreatif, seperti turnamen golf, seminar berbasis profesi, hingga program Ramadan berupa santunan dan pembagian sembako.

“Semua ini langkah kecil, tapi dengan arah besar. Kita ingin IKA UII benar-benar hadir dan berdaya guna,” katanya.

Tak hanya soal organisasi, Ari juga menyinggung kondisi global yang menurutnya menuntut sikap moral dari seluruh elemen masyarakat, termasuk alumni.

Dia menyoroti konflik geopolitik yang melibatkan negara besar dan menyebut situasi tersebut sebagai ujian bagi nilai kemanusiaan.

"Kita tidak bisa menutup mata terhadap realitas global. Ini soal keberanian berpihak pada keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ari pun mengajak seluruh alumni untuk memperkuat peran IKA UII sebagai “rumah juang” yang tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan kontribusi nyata.

“IKA UII harus kita rawat sebagai rumah bersama. Bukan hanya tempat bertemu, tapi tempat bertumbuh, berjuang, dan memberi manfaat bagi peradaban,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved