Analis: Kolaborasi Lintas Sektoral Penting Hadapi Ancaman Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Nasional
Boni Hargens memberikan penilaian tajam terhadap langkah Prabowo yang dinilainya sebagai modal besar dan momentum krusial bagi reformasi hukum.
Ringkasan Berita:
- Sebelum bertolak ke Rusia, Presiden Prabowo memberikan arahan tegas kepada institusi strategis negara agar bersinergi terutama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
- Kondisi geopolitik global saat ini memaksa sejumlah negara termasuk Indonesia untuk mengambil langkah terukur meminimalisir dampaknya.
- Oleh karena itu diperlukan kolaborasi lintas sektoral untuk menghadapi ancaman stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelum bertolak ke Rusia pada Jumat (10/4/2026), Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan arahan tegas kepada empat institusi strategis negara untuk bersinergi mencegah dan menghentikan penyelundupan demi melindungi pendapatan negara dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memanggil dan memberikan instruksi kepada empat pejabat negara utama sebelum keberangkatannya ke Rusia, yakni Kepala TNI Agus Subiyanto, Kepala Polri Listyo Sigit, Kepala BIN Muh Herindra, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Arahan ini bukan sekadar imbauan administratif, melainkan perintah operasional yang menuntut respons cepat dan terukur dari seluruh institusi yang disebut.
Langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintahan Prabowo dalam menutup celah kebocoran pendapatan negara melalui jalur ilegal.
Baca juga: Mengenai Buku Ilmu Politik Boni Hargens yang Disebut Prof Lili Romli Layak Jadi Referensi
Respons Simetris
Analis politik senior, Boni Hargens memberikan penilaian tajam terhadap langkah Presiden Prabowo yang dinilainya sebagai modal besar dan momentum krusial bagi reformasi penegakan hukum di Indonesia.
Menurutnya, kecepatan dan ketegasan sikap Presiden dalam mengeluarkan instruksi ini merupakan sinyal yang tak boleh diabaikan oleh para pembantu Presiden.
"Langkah cepat Presiden Prabowo merupakan suatu modal besar yang menuntut respons yang simetris dari para pembantunya dan pimpinan institusi negara dari segala gatra,"tegas Boni Hargens kepada wartawan di Jakarta (13/4/2026).
Boni Hargens menekankan bahwa respons simetris bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan keharusan strategis.
Setiap institusi yang menerima arahan presiden harus merespons dengan langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Keselarasan gerak antara Polri, TNI, BIN, dan Kemenkeu menjadi kunci keberhasilan agenda antipenyelundupan ini.
Salah satu faktor yang mendorong optimisme Presiden Prabowo dalam memperluas front penegakan hukum ekonomi adalah keberhasilan Kejaksaan Agung dalam menyelamatkan uang negara.
Dalam masa kepemimpinannya yang baru berjalan 1,5 tahun, angka penyelamatan aset negara telah mencapai angka yang luar biasa signifikan.
Pada Oktober 2025, Kejaksaan Agung Republik Indonesia mencatat salah satu penyitaan aset terbesar dalam sejarah penegakan hukum nasional.
Penyitaan uang senilai Rp 13.255.244.538.149 dilakukan terkait kasus korupsi dalam persetujuan ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah yang terjadi pada periode 2021 hingga 2022.
Kasus ini menyeret sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam manipulasi prosedur persetujuan ekspor komoditas strategis nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/boni-hargen-lpi-direktur-lembaga-pemilih-indonesia-lpi-boni-hargens.jpg)