Sabtu, 25 April 2026

TB Hasanuddin Soroti Isu Pesawat Militer AS Bebas Masuk Wilayah RI: Apa Dasarnya?

Isu akses pesawat militer AS di Indonesia belum jelas, DPR minta pemerintah terbuka dan jaga kedaulatan ruang udara.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Glery Lazuardi

Lebih lanjut, dia mengingatkan Indonesia selama ini konsisten menjaga posisi sebagai negara yang bebas aktif dan berperan dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara. 

"Indonesia tidak boleh menjadi arena persaingan kekuatan besar manapun," kata dia.

"Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka apakah kebijakan ini akan memengaruhi posisi politik luar negeri Indonesia. Jangan sampai menimbulkan persepsi bahwa Indonesia condong ke salah satu kekuatan atau bahkan membangun aliansi tertentu," pungkasnya.

 

Sebelumnya, pemberitaan media asing baru-baru ini menyebut adanya dokumen pertahanan militer AS yang mengungkap rencana untuk mengamankan akses lintas pesawat militer AS di ruang udara Indonesia.

Disebutkan juga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth untuk menandatangani dokumen itu secara resmi.

Terkait hal itu, Kementerian Pertahanan juga telah menegaskan dokumen itu belum bersifat final dan mengikat.

Terkini, Departemen Perang AS (Pentagon) mempublikasi foto dan pernyataan terkait pertemuan Sjafrie beserta delegasi pemerintah RI dan Hegseth beserta delegasi pemerintah AS di Pentagon lewat akun media sosial X pada Selasa (14/4/2026) dini hari.

Meski Pentagon telah memberikan pernyataan terkait pertemuan itu, namun Kementerian Pertahanan RI belum memberikan pernyataan. 

Sehingga, hingga Selasa (14/4/2026) pagi, hasil pertemuan antara delegasi Indonesia dan delegasi AS itu belum dapat dipastikan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved