Senin, 20 April 2026

Mendikdasmen Targetkan Tambahan Perbaikan 60 Ribu Sekolah, Prioritas Daerah Terdampak Bencana

Rencana penambahan program revitalisasi sekolah nasional, pada 2026 pemerintah alokasikan dana revitalisasi untuk 11.000 lebih satuan pendidikan. 

muhammadiyah.or.id
REVITALISASI SEKOLAH NASIONAL - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti. Rencana penambahan program revitalisasi sekolah nasional, pada 2026 pemerintah alokasikan dana revitalisasi untuk 11.000 lebih satuan pendidikan.  
Ringkasan Berita:
  • Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti mengungkapkan rencana penambahan program revitalisasi sekolah nasional.
  • Pada 2026 pemerintah telah mengalokasikan dana revitalisasi untuk sekitar 11.000 lebih satuan pendidikan. 
  • Rencananya, Pemerintah bakal menambah sebanyak 60.000 sekolah sebagai target perbaikan

 

TRIBUNNEWS.COM, SUMATERA BARAT - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengungkapkan rencana penambahan program revitalisasi sekolah nasional.

Abdul Mu'ti menyebut, pada 2026 pemerintah telah mengalokasikan dana revitalisasi untuk sekitar 11.000 lebih satuan pendidikan. 

Rencananya, Pemerintah bakal menambah sebanyak 60.000 sekolah sebagai target perbaikan

"Untuk dana revitalisasi tahun 2026 yang sementara sudah teralokasi untuk 11.000 sekian satuan pendidikan itu, nanti insyaallah ada tambahan dari Bapak Presiden 60.000 satuan pendidikan," ujar Mu’ti.

Hal tersebut dikatakan Abdul Mu’ti saat meresmikan ruang kelas darurat (RKD) di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026).

Dirinya mengatakan perbaikan akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang paling membutuhkan, terutama yang terdampak bencana

"Prioritasnya adalah untuk sekolah-sekolah yang terdampak bencana terutama di tiga provinsi ini, juga provinsi lain yang terdampak bencana, kemudian sekolah di daerah 3T, dan sekolah yang gedungnya rusak berat," jelasnya.

Baca juga: Penampakan Gudang Sekolah yang Jadi Lokasi Pengoplosan LPG oleh Kepsek SMK di Brebes

Menurut Abdul Mu’ti, percepatan revitalisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan pemulihan pendidikan berjalan merata, tidak hanya di wilayah Sumatra, tetapi juga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia optimistis, sebagian besar pembangunan dan perbaikan sekolah dapat diselesaikan dalam tahun ini dan mulai digunakan pada tahun ajaran baru.

"Kami targetkan tahun ini bisa kita bangun, sebagian besar sudah berjalan. Insyaallah tahun ajaran baru sudah bisa dipergunakan sebagaimana mestinya," katanya.

Pemerintah menilai, percepatan revitalisasi sekolah tidak hanya penting untuk memulihkan infrastruktur, tetapi juga untuk mencegah ketertinggalan belajar siswa akibat keterbatasan fasilitas pascabencana.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved