Minggu, 26 April 2026

Jenderal Dudung Sebut Pesawat Militer AS 'Haram' Terbang di Langit RI Tanpa Izin

Dudung mengatakan aturan mengenai kedaulatan udara sudah diatur dengan sangat ketat dalam hukum internasional.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
DIPANGGIL PRESIDEN - Penasihat Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara Jakarta, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jenderal Dudung Abdurachman menegaskan pesawat militer asing tidak boleh melintasi wilayah Indonesia tanpa izin resmi sesuai hukum internasional.
  • Pernyataan ini muncul di tengah isu akses bagi pesawat militer AS, yang menurutnya tetap harus mengikuti aturan keamanan udara.
  • Ia juga menyebut akan memberi masukan kepada Presiden Prabowo terkait isu yang tengah mengemuka di masyarakat itu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasihat Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengatakan bahwa secara hukum internasional pesawat militer dari luar negeri dilarang keras melintasi wilayah Indonesia tanpa izin resmi dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara Jakarta, Selasa (21/4/2026) hari ini. 

Penegasan ini muncul di tengah mencuatnya isu Indonesia membuka akses bagi pesawat militer Amerika Serikat (AS) untuk bisa terbang di langit Indonesia.

Dudung mengatakan aturan mengenai kedaulatan udara sudah diatur dengan sangat ketat dalam hukum internasional. 

Indonesia tidak memberikan ruang bagi adanya pelanggaran prosedur terkait izin perlintasan militer.

"Oh ya itu sudah hukum internasional ya tidak boleh lah ya," ujar Dudung singkat saat ditanya mengenai keabsahan pesawat militer asing yang melintasi wilayah RI tanpa izin.

Namun begitu, kata Dudung, ia meyakini Presiden Prabowo memiliki pertimbangan sendiri mengenai perjanjian itu dengan pihak AS.

Dudung mengaku telah dipanggil oleh Presiden untuk menghadap ke Istana pada sore hari ini. 

“Beliau saya rasa lebih paham tentang itu, nanti saya akan berbicara sama beliau tentang itu,” jelasnya. 

Dudung mengaku pihaknya telah menyiapkan sejumlah bahan masukan strategis yang akan disampaikan langsung kepada Presiden.

Isu-isu terkait dinamika geopolitik global diprediksi akan menjadi topik utama dalam diskusi tersebut.

"Nasional dan internasional. Ya ya ya kira-kira itulah," jawab Dudung saat dikonfirmasi apakah pertemuan dengan Prabowo akan menyentuh isu geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Penjelasan Kemhan RI

Isu pesawat militer Amerika Serikat (AS) masuk ke wilayah udara Indonesia sedang menjadi sorotan. 

Dokumen yang beredar menyebut adanya rencana kerja sama yang memungkinkan pesawat militer AS melintas lebih bebas.

Pada 13 April 2026 lalu, delegasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) melaksanakan pertemuan dengan jajaran Kementerian Perang Amerika Serikat (AS) di Pentagon, Washington D.C.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved