Rupiah Melemah ke Rp17.300, Ekonom: Faktor Memanasnya Perang Amerika dan Iran
Josua mengatakan akibat memanasnya perang antara AS dan Iran, bukan hanya nilai tukar rupiah saja yang melemah, tetapi mata uang asing juga terdampak.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menilai tekanan terhadap rupiah sejalan dengan pelemahan mata uang di kawasan.
Ketidakpastian global mendorong tekanan terhadap banyak mata uang.
"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54 persen," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari Kompas.com.
Bank Indonesia pun terus meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Intervensi dilakukan di pasar non deliverable forward luar negeri, transaksi spot, serta domestic non deliverable forward di pasar dalam negeri.
Bank sentral juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter berbasis pasar. Upaya ini diarahkan untuk menjaga daya tarik aset domestik di tengah tekanan global.
(Tribunnews.com/Rifqah)