IAGL ITB: Akselerasi dan Hilirisasi Batu Bara dan Nikel Solusi Darurat Energi Indonesia
Defisit energi mengkhawatirkan, dimana kebutuhan minyak bumi nasional mencapai 1,7 juta barrel per hari, namun produksi harian hanya 600 ribu barrel
"Dan kita sudah dorong di nikel misalnya, bahkan sudah firesmikan oleh Presiden, namanya IBC Indonesia Battery Corporation dengan basis litium ion. Memang ya kita akan terus memproduksi baterai karena ujung dari
segala pertarungan energi salah satunya adalah baterai energy storage system
BESS. Nah inilah dan Indonesia kebetulan dengan litium ion itu kita punya nikel
yang besar, kita juga punya kobalt," sambung Sugeng.
Perihal batubara, Sugeng menuturkan saat ini pasokan batubara yang sangat mencukupi membuat harga listrik masih terjangkau oleh masyarakat.
"Batubara kita ada kebijakan DMO (domestic market obligation) dan juga DPO (domestic price obligation). Batubara untuk kepentingan listrik itu hanya 70 dolar per ton untuk GAR tertinggi. Nah yang dikonsumsi PLN kan GAR 4000 maka relatif murah karena 67 persen listrik kita ini masih dengan PLTU batubara sebagai base loadnya," kata Sugeng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/itbbatubara1222.jpg)