Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Menhub RI: Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Jadi Pelajaran Penting bagi Kami
Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
Ringkasan Berita:
- KA Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir - Surabaya Pasarturi) menabrak KRL Commuter Line (relasi Kampung Bandan - Cikarang) di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920, Senin (27/4/2026) malam.
- Terkait kecelakaan yang menewaskan 14 orang ini, Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan duka cita mendalam.
- Dudy juga menyebut, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Commuter Line ini sebagai pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas layanan perkeretaapian di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Perhubungan RI (Menhub), Dudy Purwagandhi, menyatakan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
Dudy juga menyebut, kecelakaan ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi dunia transportasi di Indonesia.
Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir - Surabaya Pasarturi) menabrak KRL Commuter Line (relasi Kampung Bandan - Cikarang) di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB.
Dalam kecelakaan ini, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menerobos masuk ke gerbong bagian belakang dan gerbong khusus perempuan di KRL.
Menurut update informasi terbaru hingga Selasa (28/4/2026) siang, tercatat ada 14 korban meninggal dunia, sedangkan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya Bekasi, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.
Sementara, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan, korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
"Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," ungkap Bobby dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).
Dudy: Pelajaran Penting bagi Kami
Selain ucapan duka cita, Dudy juga mendoakan para korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
"Kami mengucapkan turut berdukacita, atas meninggalnya beberapa penumpang kereta api di Stasiun Bekasi Timur ini," kata Dudy dalam konferensi pers, bersama Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin dan Kepala BASARNAS Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Selasa (28/4/2026) siang.
Baca juga: Sebelum Berjam-jam Terjepit Gerbong KRL di Bekasi, Endang Sempat Telepon Keluarga Minta Bantuan
"Kami mendoakan agar para korban dan saudara kita yang mengalami luka-luka dapat segera diberi kesembuhan."
Dudy lantas menyebut, insiden yang menewaskan belasan orang ini menjadi pelajaran penting.
Ia berharap, pihaknya dapat belajar banyak, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan perkeretaapian di Indonesia.
"Kejadian kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bagi kami, sehingga harapan kami kita bisa belajar dari apa yang terjadi pada kereta api di Stasiun Bekasi Timur ini, dan menjadi pelajaran bagi kami untuk memperbaiki layanan kereta api kita," ujar Dudy.
Dudy menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu proses evakuasi.
"Saya ingin mengucapkan kepada seluruh tim Basarnas dan seluruh pihak yang turut membantu proses evakuasi, baik TNI, Polri, rekan-rekan medis, begitu banyak yang terlibat dalam penanganan evakuasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," jelasnya.
Dudy juga menegaskan, setiap kecelakaan terjadi, pihaknya terus melakukan evaluasi.
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Diduga kuat, kecelakaan terjadi karena adanya mobil taksi listrik yang tertemper KRL di perlintasan rel pada Senin (27/4/2026) malam.
KRL yang tertemper taksi mengakibatkan operasional di jalur kereta pun terganggu, sehingga menimbulkan efek domino, di mana sebuah KRL lain tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Sistem persinyalan yang mengatur lalu lintas kereta juga ikut terganggu.
Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek tetap melaju hingga menabrak bagian belakang KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Posko Tanggap Darurat
PT KAI (Persero) menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Prabowo Kunjungi Korban Luka, Setuju Pembangunan Fly Over di Lintasan Kereta Api
Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi korban kecelakaan kereta yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) pagi.
Mantan Menteri Pertahanan RI (periode 2019-2024) itu tiba di lokasi dengan mengenakan kemeja khas warna khaki dan peci berwarna hitam.
Ia didampingi jajarannya, di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara RI (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) (Persero) Bobby Rasyidin.
Menanggapi kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Prabowo menyinggung masih banyaknya perlintasan kereta api yang tidak dijaga dan berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut.
Prabowo pun mengungkap, Pemerintah Kota Bekasi sudah mengajukan pembangunan fly over di atas perlintasan kereta api.
Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) itu lantas mengaku sudah memberikan persetujuan atas pembangunan fly over.
Kata dia, kereta api merupakan infrastruktur yang sangat penting, sehingga pembangunan fly over diperlukan demi keselamatan bersama.
Baca juga: Kecelakaan Kereta di Bekasi, Komisi V DPR Desak Pemerintah Bereskan Ribuan Perlintasan Sebidang
Menurut prabowo, nantinya pembangunan fly over di perlintasan kereta api di Bekasi dilakukan dengan menggunakan Bantuan Presiden.
"Tapi, secara garis besar kita perhatikan, lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga, kita segera akan atasi," ujar Prabowo kepada awak media, dikutip dari tayangan Live KompasTV, Selasa
"Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat fly over karena Bekasi ini juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun fly over langsung oleh bantuan presiden."
Prabowo juga membahas masih banyaknya perlintasan kereta api yang tidak dijaga di seluruh Pulau Jawa, yang menurutnya sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.
"Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda, sudah beberapa puluhan tahun, sekarang ya sudah lah kita selesaikan semua itu," ucap Prabowo.
Oleh karenanya, Prabowo juga bertekad untuk mengatasi hal tersebut dengan membangun pos jaga maupun fly over.
Ia mengungkap, pembangunan pos jaga dan fly over akan membutuhkan biaya hingga Rp4 triliun.
"Saya sudah perintahkan, kita akan perbaiki semua lintasan tersebut dengan pos jaga atau dengan fly over," tegasnya.
"Nanti pelaksanaannya akan kita tunjuk, kita perhitungkan hampir Rp4 T demi keselamatan dan karena sangat penting, kita sangat perlu kereta api, karena sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, kita sekarang lakukan."
(Tribunnews.com/Rizki A./Lita Febriani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.