Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Sebagian Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL di RSUD Bekasi Luka Berat
Sebagian korban luka kecelakaan KRL Commuter Line vs KA Argo Bromo Anggrek yang dirawat di RSUD Kota Bekasi mengalami luka berat.
Ringkasan Berita:
- Sebagian korban luka kecelakaan KRL Commuter Line vs KA Argo Bromo Anggrek yang dirawat di RSUD Kota Bekasi mengalami luka berat.
- Sebagian korban mengalami luka berat seperti patah tulang dan dislokasi, namun mayoritas masih dalam kondisi sadar.
- Para korban tabrakan kereta tetap mendapat perhatian serius pemerintah dan total terdapat 80 lebih korban luka yang dirawat di berbagai rumah sakit.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, sebagian korban luka kecelakaan KRL Commuter Line vs KA Argo Bromo Anggrek yang dirawat di RSUD Kota Bekasi mengalami luka berat.
AHY menyampaikan hal itu setelah membesuk para korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa (29/4/2026).
AHY menyebut sebagian korban mengalami luka berat seperti patah tulang dan dislokasi, namun mayoritas masih dalam kondisi sadar.
Ia menyatakan, para korban tabrakan kereta pada Senin (27/4/2026) malam lalu mendapat perhatian serius pemerintah dan total terdapat 80 lebih korban luka yang dirawat di berbagai rumah sakit.
Petugas SAR dan medis mengevakuasi banyak penumpang yang terjepit di dalam gerbong kereta khusus perempuan di bagian paling belakang pasca terjadinya kecelakaan.
Baca juga: Menko AHY: Gerbong Perempuan dan Laki-Laki Sama-sama Berisiko, Jangan Bedakan Gender
Kedatangan AHY ke RSUD Kota Bekasi ditemaniWali Kota Bekasi Tri Adhianto dan jajaran manajemen RSUD Bekasi, untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik.
Dirawat di 10 Rumah Sakit
AHY mengungkapkan para korban luka saat ini dirawat di 10 rumah sakit di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. RSUD Kota Bekasi menjadi salah satu pusat penanganan utama, dengan sejumlah korban masih menjalani tindakan medis lanjutan.
Dari hasil kunjungan itu, ada sebagian korban mengalami luka serius seperti patah tulang dan dislokasi pada bagian pundak, tangan, maupun kaki. Meski demikian, sebagian besar korban dalam kondisi sadar dan masih dapat berkomunikasi dengan baik serta didampingi keluarga.
“Tadi saya sempat berdialog dengan pasien. Ada yang mengalami patah atau dislokasi, tetapi semuanya masih bisa berkomunikasi,” jelasnya.
Baca juga: Hari Ini 8 Jadwal Kereta Jarak Jauh Batal Berangkat dari Jakarta, 5 dari Pasar Senen
Hingga Selasa malam, tercatat 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut dan semuanya adalah perempuan.
Suami Annisa Pohan ini mengapresiasi respons cepat dari berbagai pihak dalam proses evakuasi dan penanganan korban. Sebanyak 163 ambulans dikerahkan secara serentak pada malam kejadian untuk membawa korban ke berbagai rumah sakit.
Penanganan ini melibatkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, PT KAI, serta dukungan dari Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan dalam aspek pembiayaan dan jaminan layanan medis.
AHY menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik hingga pulih dan dapat kembali beraktivitas.
“Saat ini kami ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala. Rata-rata kalau saya tanya tadi korban adalah mereka yang pulang kerja,” ungkap AHY.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Keluarga-Korban-Kecelakaan-Kereta-Api-di-Bekasi-Timur-Datangi-RS_20260428_174045.jpg)