Orang Tua Wajib Tahu Tanda Daycare Tak Aman dan Berisiko bagi Anak
Di era modern, kebutuhan daycare memang tidak terhindarkan. Namun, keselamatan dan kesejahteraan anak harus tetap menjadi prioritas utama.
Ringkasan Berita:
- Salah satu tanda daycare bermasalah adalah lingkungan yang tidak aman. Mulai dari ruang sempit, fasilitas tidak memadai, hingga tidak adanya sistem pengawasan yang jelas
- Ketiadaan pembagian ruang juga menjadi indikator buruk
- Jika pengasuh tidak memahami psikologi anak atau bersikap otoriter, dampaknya bisa sangat serius. Anak bisa menjadi takut, tertutup, bahkan mengalami gangguan emosional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah kebutuhan orang tua bekerja, daycare sering menjadi solusi utama dalam pengasuhan anak.
Namun, tidak semua daycare memberikan lingkungan yang aman dan sehat.
Tanpa disadari, pilihan yang kurang tepat justru bisa meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang hingga kekerasan pada anak.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dianggap sepele.
Baca juga: Keluarga Ungkap Perilaku Aneh Balita Korban Kekerasan Daycare Little Aresha: Pakai Baju Nangis
Ia bahkan menyebut kasus kekerasan pada anak sebagai fenomena gunung es.
“Fenomena ini adalah seperti fenomena gunung es yang terlihat kasusnya sedikit, tapi anak yang berisiko terjadi kekerasan pada anak cukup banyak,” ungkapnya pada media briefing virtual, Kamis (30/4/2026).
Salah satu tanda daycare bermasalah adalah lingkungan yang tidak aman. Mulai dari ruang sempit, fasilitas tidak memadai, hingga tidak adanya sistem pengawasan yang jelas. Ketiadaan pembagian ruang juga menjadi indikator buruk.
Daycare yang tidak memisahkan anak sehat dan sakit berpotensi membuat anak mudah tertular penyakit berulang.
Kondisi ini berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak secara keseluruhan.
Masalah lain yang sering terjadi adalah pengasuh yang tidak memiliki kompetensi. Padahal, pengasuh memiliki peran besar dalam membentuk perilaku dan perkembangan anak.
Jika pengasuh tidak memahami psikologi anak atau bersikap otoriter, dampaknya bisa sangat serius.
Anak bisa menjadi takut, tertutup, bahkan mengalami gangguan emosional. Dalam beberapa kasus, anak bahkan menunjukkan perubahan perilaku drastis setelah berada di daycare.
Minim Transparansi, Orang Tua Harus Waspada
Kurangnya transparansi juga menjadi tanda daycare tidak sehat. Jika orang tua tidak diperbolehkan melihat aktivitas anak atau interaksi pengasuh, ini patut dicurigai.
Daycare yang baik justru terbuka dan memberikan akses kepada orang tua untuk memantau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Daycare-Digerebek-di-Yogyakarta.jpg)