Hari Buruh
May Day 2026 Dihadiri Prabowo, Andi Gani: Jadi Sejarah Persatuan Buruh
Andi Gani mengatakan perayaan yang digelar di Monas, Jakarta Pusat pada Jumat (1/5/2026) menjadi momen bersejarah bagi gerakan buruh nasional.
Di antaranya pembentukan Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pengetatan aturan outsourcing, perlindungan pekerja rumah tangga, pembangunan rumah sakit buruh, program perumahan buruh, hingga peningkatan layanan kesehatan pekerja.
"Presiden sudah menepati janjinya. Satgas PHK, aturan outsourcing yang diperketat, perlindungan terhadap pekerja rumah tangga, rumah sakit buruh, perumahan buruh, semua mendapat perhatian serius," jelasnya.
Selain itu, Andi Gani juga mengusulkan agar aktivis buruh mendapatkan akses beasiswa LPDP guna meningkatkan kompetensi generasi muda serikat pekerja.
"Respons Presiden sangat baik. Saya diminta menghadap dalam waktu dekat untuk melaporkan konsepnya. Tentu tetap mengikuti mekanisme seleksi yang berlaku," ucapnya.
Terkait kebijakan baru pembagian pendapatan mitra ojek online (ojol), Andi Gani menyambut positif keputusan Presiden yang menetapkan porsi maksimal perusahaan aplikator di bawah 10 persen, sementara 92 persen diberikan kepada mitra pengemudi.
"Ini di luar ekspektasi kami. Awalnya kami meminta 10 persen untuk aplikator, ternyata Presiden memutuskan di bawah itu. Teman-teman ojol sangat bahagia," ucapnya.
Lebih lanjut, Andi Gani juga menegaskan penyelenggaraan May Day 2026 tidak menggunakan dana APBN maupun APBD.
"Dana perayaan May Day 2026 tidak menggunakan dana pemerintah. Semua berasal dari gotong royong, dukungan sahabat-sahabat buruh, dan kontribusi peserta," tegasnya.
Setelah di Monas, lanjut Andi Gani, Presiden Prabowo akan meresmikan Museum Ibu Marsinah pada 18 Mei 2026 sebagai bentuk rangkaian perayaan May Day.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Andi-Gani-Nena-Wea-merayakan-Hari-Buruh-45.jpg)