Minggu, 3 Mei 2026

Bela Negara

Konsep Bela Negara Meluas, Ancaman Kini Lebih Kompleks dan Nonmiliter

Ancaman terhadap bangsa tidak lagi didominasi kekuatan militer konvensional, melainkan semakin kompleks dan multidimensional.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
HO/IST/Istimewa/HO
BELA NEGARA – Pasukan Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP)  TNI membimbing peserta Bela Negara dari komunitas pengusaha Syare’a World, yang didominasi generasi kedua pelaku usaha di tengah disrupsi digital dan tekanan global. Mayjen Iwan menegaskan pentingnya disiplin, kepemimpinan, dan daya tahan sebagai kunci menjaga kesinambungan usaha di era penuh ketidakpastian 

Pengalaman Lapangan: Disiplin dan Ketahanan

Bootcamp Bela Negara ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Kegiatan diawali dari Masjid IPB Bogor, sebelum peserta diberangkatkan menuju Hambalang menggunakan konvoi 20 truk militer.

Setibanya di lokasi, peserta menjalani pola pelatihan semi-militer: tinggal di barak, mengonsumsi ransum sederhana, serta menjalani rutinitas dengan disiplin ketat.

Materi pelatihan mencakup pembinaan fisik, simulasi taktis melalui military games, hingga sesi kebangsaan bertema cinta tanah air dan penguatan relasi sipil dengan aparat negara.

Selain itu, dimensi spiritual turut menjadi bagian penting melalui kegiatan ibadah berjamaah dan refleksi bersama.

Pendekatan ini tidak hanya melatih ketahanan fisik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, solidaritas, dan kesiapan menghadapi tekanan.

Program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah brand yang tergabung dalam Syare’a World, termasuk Zeberline yang bergerak di sektor energi fosil dan terbarukan.

Keterlibatan sektor swasta menunjukkan bahwa bela negara tidak lagi menjadi domain eksklusif institusi negara, melainkan tanggung jawab bersama lintas sektor.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved