Selasa, 5 Mei 2026

Disebut Rizieq 'Jenderal Baliho', Dudung: Omongannya Gak Ada yang Bisa Dipercaya

Dudung tanggapi Rizieq soal “Jenderal Baliho” dan kaitan pernyataan Prabowo “Kabur ke Yaman” yang ramai dibahas di ruang publik.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
PERSETERUAN RIZIEQ–DUDUNG – Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman usai dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Terkini, Dudung menanggapi pernyataan Rizieq Shihab yang menyebut dirinya “Jenderal Baliho” dan mengaitkannya dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “Kabur ke Yaman”. 
Ringkasan Berita:
  • Dudung Abdurachman menanggapi pernyataan Rizieq Shihab yang menyebut dirinya “Jenderal Baliho”
  • Rizieq mengaitkan istilah tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo soal “Kabur ke Yaman”
  • Istilah dan pernyataan terkait menjadi bagian dari diskusi publik di ruang informasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menanggapi pernyataan Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebut dirinya “Jenderal Baliho” serta mengaitkannya sebagai pembisik di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “Kabur ke Yaman”.

“Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya,” kata Dudung, Senin (4/5/2026).

 
Pernyataan Rizieq dan Istilah ‘Jenderal Baliho’

Habib Rizieq Shihab alias Muhammad  Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab alias Muhammad Rizieq Shihab (Tribunnews.com)

Rizieq sebelumnya dalam sebuah tayangan YouTube menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait istilah “Kabur ke Yaman” dalam pidato publik di Cilacap, Jawa Tengah.

Ia mempertanyakan penggunaan penyebutan negara tersebut dalam pidato Presiden dan mengaitkannya dengan figur yang ia sebut “Jenderal Baliho”.

Istilah “Jenderal Baliho” merujuk pada Dudung saat menjabat Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) pada 2020, ketika ia memerintahkan penertiban baliho di Jakarta melalui koordinasi dengan aparat terkait.

Baca juga: Andi Gani Buka Suara soal Respons Buruh saat Presiden Prabowo Tanya Manfaat MBG

 
Konteks Pernyataan Presiden

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan istilah “Kabur ke Yaman” dalam peresmian proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, 29 April 2026.

Dalam pidatonya, Presiden menyinggung pihak yang dinilai tidak patriotik serta merespons narasi “kabur saja dulu”.

“Kalau ada yang mau kabur, kabur saja. Mungkin ada yang mau ke Yaman, silakan,” ujar Prabowo.

Baca juga: GAMKI Tetap Lanjut Proses Hukum, Minta Publik Tak Serang Personal: Fokus Substansi

 
Pernyataan Rizieq Shihab dan Dudung Abdurachman menjadi bagian dari diskusi publik terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto.

Hingga kini, belum ada keterangan tambahan dari pihak Istana terkait pernyataan tersebut.
 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved