Program Makan Bergizi Gratis
KSP Dudung Ungkap Ada Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Janji Cek Langsung ke Lapangan
KSP Dudung Abdurachman mengungkap ada dugaan praktik jual beli titik dapur atau titik SPPG untuk Program MBG. Dudung pun berjanji akan mengeceknya.
"Presiden mengarahkan kepada saya 'Pak Dudung coba dicek ya' karena kan program prioritas nasional ini salah satunya adalah untuk memastikan prioritas unggulan dari Bapak Presiden ya."
"Salah satunya adalah MBG kemudian Koperasi Merah Putih dan itu nanti akan kita cek maka saya akan mengaktifkan kembali berkolaborasi dengan stakeholder terkait ya."
"Minta doanya lah nanti dan kalau saya temukan saya akan langsung buka di wartawan. Sampaikan saja siapa pelakunya, siapa yang tidak benar ya karena ini uang rakyat," tutur Dudung.
Baca juga: Unhas Jadi Kampus Pertama Punya Dapur MBG di Indonesia, Siapkan Standar Nasional
Kepala BGN Bicara soal Pengelolaan Uang MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka-bukaan soal pengelolaan dana Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 268 Triliun.
Meski memimpin Lembaga dengan anggaran mencapai Rp268 triliun, Dadan mengaku tidak memiliki akses langsung terhadap aliran dana tersebut.
Dadan menjelaskan, sekitar 93 persen anggaran BGN disalurkan langsung dari Kas Negara (KPPN) ke rekening virtual masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Skema ini dirancang berlapis untuk menutup celah korupsi.
"Saya sebagai Kepala Badan Gizi memang anggarannya besar. Tapi saya itu hanya tahu angka, bahkan melihat alirannya pun tidak. Jadi langsung masuk ke virtual account di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Dadan dalam wawancara eksklusif bersama Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domu Ambarita, di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dana hanya bisa dicairkan melalui persetujuan dua pihak (dual approval), yakni perwakilan BGN sebagai approver dan mitra pelaksana sebagai maker. Seluruh transaksi pun wajib merujuk pada indeks harga pasar lokal.
“Kalau ada yang coba-coba markup, sebentar saja langsung ketahuan,” tegas Dadan.
Baca juga: Lebih Rumit dari Pemilu, APPMBGI: Kelola Program MBG Butuh Kesabaran Ekstra
Jangkauan Program: 27.760 SPPG, 61,9 Juta Penerima
Program MBG yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.
Hingga April 2026, tercatat sebanyak 27.760 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani sekitar 61,9 juta penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, balita, hingga pelajar.
Menariknya, seluruh infrastruktur SPPG disebut dibangun melalui investasi mitra, bukan dari anggaran negara.
"Jadi belum ada bangunan yang dibangun oleh dana pemerintah. Jadi ini kontribusi masyarakat yang luar biasa," ungkap Dadan.
Baca juga: Modus Pura-pura Gelar Sosialisasi MBG, 120 Kursi dan 3 Blower Raib Digondol Pencuri di Ciputat Timur
1.720 SPPG Dihentikan
Di balik ekspansi cepat, BGN juga melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas layanan.