HR Directors Indonesia Summit 2026 Dorong Transformasi Peran HR di Era Teknologi
Melalui forum ini, para pemimpin HR di Indonesia diharapkan terus berkolaborasi dalam membentuk masa depan dunia kerja yang lebih inklusif dan adaptif
TRIBUNNEWS.COM - Dunia Human Resources (HR) di Indonesia terus mengalami transformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dinamika tenaga kerja. Peran HR kini semakin strategis, tidak lagi sekadar fungsi administratif, tetapi menjadi motor penggerak dalam membangun organisasi yang adaptif, agile, dan berdaya saing tinggi.
Momentum tersebut tercermin dalam penyelenggaraan HR Directors Indonesia Summit 2026 yang berlangsung pada 29–30 April 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Mengusung tema “Redefining HR Leadership in Tech-Driven Age”, forum ini menjadi salah satu ajang strategis yang mempertemukan para pemimpin HR dari berbagai sektor industri.
Berdasarkan informasi penyelenggara, summit ini menargetkan lebih dari 300 profesional HR senior, dengan kehadiran lebih dari 40 CHRO dan HR leaders sebagai pembicara serta panelis. Para peserta berasal dari berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia, menjadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi lintas industri yang relevan dan dinamis.
Selama dua hari penyelenggaraan, acara berlangsung sukses dengan dihadiri sekitar 200 peserta dari seluruh Indonesia. Dukungan dari berbagai sponsor dan mitra seperti Coursera, Abbott, PasarTrainer, ELSA, serta sejumlah organisasi lainnya turut memperkuat kualitas acara.
Sejumlah pembicara ternama turut meramaikan agenda summit, salah satunya CEO PasarTrainer, Jono Effendy. Selain sesi diskusi strategis, suasana acara juga dikemas lebih ringan dengan kehadiran komedian Cak Lontong yang mengisi sesi stand-up comedy pada hari pertama.
Baca juga: Pengembangan Talenta Jadi Sorotan Praktisi HR di Indonesia L&D Summit 2026
Pokok Pembahasan HR Directors Indonesia Summit 2026
Dalam salah satu sesi, Jono Effendy membahas tantangan yang dihadapi tim HR, khususnya dalam menjalankan program pelatihan di dalam organisasi. Ia menyoroti bahwa kompleksitas pengelolaan training seringkali menjadi kendala utama.
“Banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengelola program pelatihan secara efektif, mulai dari koordinasi antar-tim, keterbatasan waktu, hingga pengelolaan anggaran yang tidak optimal,” ujar Jono Effendy.
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih sistematis melalui pemanfaatan teknologi, seperti Training Management System (TMS), untuk menyederhanakan proses pelatihan dari tahap perencanaan hingga evaluasi.
“Dengan memanfaatkan teknologi seperti TMS, perusahaan tidak hanya bisa meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan bahwa setiap program pelatihan berjalan lebih terukur dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan karyawan,” tambahnya.
Selain itu, isu continuous learning culture juga menjadi salah satu fokus pembahasan dalam summit ini. Meski banyak organisasi telah mendorong budaya belajar berkelanjutan, tantangan utama terletak pada bagaimana menciptakan keterlibatan aktif dari karyawan.
Pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, seperti sesi live training dan diskusi berbasis praktik, dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan engagement, sekaligus melengkapi metode pembelajaran yang selama ini didominasi oleh model on-demand.
Menutup rangkaian acara, HR Directors Indonesia Summit 2026 menegaskan bahwa dunia HR akan terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan dinamika manusia di dalam organisasi. Peran HR dituntut semakin adaptif, tidak hanya dalam mengadopsi teknologi, tetapi juga dalam memahami kebutuhan serta potensi individu.
Di tengah transformasi digital yang terus berjalan, sentuhan manusia dalam proses pembelajaran dan pengembangan tetap menjadi elemen penting. Interaksi, pengalaman belajar, serta kolaborasi diyakini akan terus menjadi fondasi dalam membangun kompetensi dan daya saing profesional di masa depan.
Melalui forum ini, para pemimpin HR di Indonesia diharapkan dapat terus berkolaborasi dan berbagi perspektif dalam membentuk masa depan dunia kerja yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. (*)
Baca juga: HR Wajib Tahu, Ini 10 Headhunter Terbaik di Indonesia untuk Rekrutmen Strategis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/HR-Directors-Indonesia-Summit-2026.jpg)