Anggota DPR Nico Siahaan Respons Polemik TNI Ikut Bekali Penerima Beasiswa LPDP: Tak Perlu Paranoid
Nico Siahaan meminta publik tidak bersikap paranoid menyikapi langkah LPDP yang melibatkan TNI dalam pembekalan penerima beasiswa.
Ringkasan Berita:
- Nico nilai keterlibatan institusi militer dalam memberikan materi kedisiplinan merupakan hal yang positif dan tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan
- Nico menekankan pentingnya LPDP melakukan evaluasi apakah pembekalan yang selama ini dijalankan sudah efektif atau belum dalam membentuk karakter penerima beasiswa
- Selama materi yang diberikan berkaitan dengan kedisiplinan dan menghargai waktu, hal tersebut sangat baik bagi para calon intelektual
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Nico Siahaan meminta publik tidak bersikap paranoid menyikapi langkah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang melibatkan TNI dalam pembekalan penerima beasiswa.
Menurut Nico, keterlibatan institusi militer dalam memberikan materi kedisiplinan merupakan hal yang positif dan tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan.
"Saya sih netral-netral saja mengenai ini (pelibatan TNI) ya. Kita enggak perlu terlalu paranoid," kata Nico saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (6/5/2026).
Nico memberikan dua catatan penting bagi LPDP. Pertama, ia mempertanyakan latar belakang sehingga pembekalan semacam ini dianggap mendesak untuk diberikan.
Ia menekankan pentingnya LPDP melakukan evaluasi apakah pembekalan yang selama ini dijalankan sudah efektif atau belum dalam membentuk karakter penerima beasiswa.
"Apakah selama ini tidak ada pembekalan? Kalaupun ada, pembekalan seperti apa? Apakah pembekalan ini efektif atau tidak?" tanya Nico.
Baca juga: Anggota DPR Nilai Keterlibatan TNI di Pembekalan Penerima Beasiswa LPDP Sah Asal Tak Langgar Aturan
Catatan kedua yang disoroti Nico adalah mengenai eksklusivitas penyelenggara pembekalan.
Ia menilai, meski militer memiliki keunggulan dalam pendidikan disiplin dan manajemen waktu, TNI bukanlah satu-satunya instansi yang bisa menanamkan rasa cinta tanah air.
"Pertanyaannya, apakah pendidikan militer adalah satu-satunya cara atau pembekalan terbaik untuk memberikan motivasi terhadap cinta tanah air?" ucap Nico.
Nico berpendapat bahwa instansi lain seperti Kepolisian, Kementerian Hukum, hingga Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga memiliki kapasitas untuk memberikan pembekalan yang relevan bagi para mahasiswa.
Baca juga: Pimpinan DPR Setuju TNI Dilibatkan Pembekalan LPDP: Penanaman Nasionalisme Harus Prioritas
"Siapapun instansi yang memberikan, bisa instansi TNI, kepolisian, bahkan Kementerian Hukum misalnya, Kementerian Komdigi atau apapun itu bisa-bisa saja. Jadi yang penting hasilnya bisa kita lihat ada yang positif nantinya," tegasnya.
Nico menilai, selama materi yang diberikan berkaitan dengan kedisiplinan dan menghargai waktu, hal tersebut sangat baik bagi para calon intelektual tersebut.
"Kalau TNI memberikan pendidikan mengenai disiplin, ya kan, bagaimana mereka juga menghargai waktu, bagaimana juga mereka menghargai apa yang mereka punya, kemudian dikaitkan dengan cinta tanah air, nasionalisme, menurut saya itu baik-baik saja. Kan begitu. Kita nggak perlu apriori lah terhadap siapa yang memberikan pelatihan ini," jelasnya.
Sebagai informasi, LPDP menggandeng TNI Angkatan Udara untuk memfasilitasi program Persiapan Keberangkatan (PK) bagi para penerima beasiswa magister (S2) dan doktor (S3).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, mulai Senin (4/5/2026) hingga Sabtu (9/5/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nico-siahaan-diperiksa-kpk_20191029_153405.jpg)