Sekolah Rakyat
Peringatan KPK untuk Kemensos: Jangan Ada Penyelewengan di Program Sekolah Rakyat
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo turut memberikan wejangan keras agar pelaksanaan program strategis pemerintah ini tidak diwarnai penyelewengan
Oleh karena itu, Gus Ipul bahkan melontarkan wacana untuk menggunakan jasa instansi lain sebagai agen pengadaan agar prosesnya berjalan bersih dan profesional.
"Kami meminta apakah mungkin jika Kementerian Sosial dalam pengadaan barang dan jasa itu dilakukan oleh instansi lain lewat agen-agen pengadaan yang dimungkinkan oleh undang-undang. Nah ini baru berupa semacam gagasan kami untuk minta nasihat dari KPK lebih lanjut," ungkapnya seraya menambahkan bahwa pihaknya akan menjadikan hasil monitoring KPK sebagai pedoman mutlak perbaikan kinerja ke depan.
Baca juga: Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Disorot, Gus Ipul: Bukan Zamannya Lagi Otak-atik Anggaran APBN
Adapun kedatangan Gus Ipul ke markas KPK ini dilakukan dengan membawa formasi lengkap.
Menariknya, Mensos tiba sekira pukul 09.36 WIB menumpangi mobil listrik Wuling Air EV berpelat nomor RI 27 yang pada sisi kiri dan kanannya tertempel stiker logo Sekolah Rakyat.
Setibanya di sana, ia langsung didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekjen Kemensos, para Dirjen, hingga pejabat eselon dua.
Langkah proaktif Kemensos ini sekaligus merespons peringatan dari Direktorat Monitoring KPK sebelumnya mengenai potensi kerawanan korupsi pada area perencanaan dan pengadaan barang/jasa.
Selain itu, keterbukaan ini juga menjadi wujud respons cepat kementerian menepis isu liar di media sosial terkait dugaan markup harga sepatu siswa Sekolah Rakyat, yang sebelumnya telah diklarifikasi oleh Gus Ipul sebagai hoaks yang memutarbalikkan fakta pengadaan hadiah dari APBD Pemprov Jatim pada Mei 2025 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Saifullah-Yusuf-alias-Gus-Ipul-menyambangi-kpk.jpg)