Rabu, 15 April 2026

Sekolah Rakyat

KSP Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di DIY dan Pati, Optimistis Rampung Juni 2026

Progres pembangunan Sekolah Rakyat di DIY telah mencapai 32,43 persen, sementara di Kabupaten Pati mencapai 28,71 persen.

HO/IST
Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi lapangan terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi lapangan pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di DIY dan Kabupaten Pati. Progres pembangunan dinilai cukup baik, dengan capaian 32,43 persen di DIY dan 28,71 persen di Pati.
  • Meski terdapat kendala teknis, optimisme tetap tinggi berkat ketersediaan material, pekerjaan paralel di berbagai zona, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi lapangan terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Hasil kunjungan menunjukkan progres pembangunan di kedua lokasi berjalan cukup baik, meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu segera diatasi.

Baca juga: Kolaborasi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Tenaga Ahli Utama KSP Armindo Dos Santos Soares menyampaikan bahwa secara umum progres pekerjaan menunjukkan perkembangan positif ditambah dengan optimisme dari seluruh pihak yang terlibat.

“KSP melihat bahwa progres pekerjaan di kedua lokasi berjalan dengan baik, terlepas dari kendala teknik yang ada. Baik dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum maupun penyedia jasa optimis dengan progres pekerjaan yang terjadi, hal ini dapat terlihat jelas dari realisasi progress di lapangan, yang mana kedua Sekolah Rakyat tersebut memiliki persentase yang cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa lokasi lainnya,” ujar Armindo, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Mensos Gus Ipul Dorong Pemkot Tasikmalaya Percepat Bangun Sekolah Rakyat Permanen

Berdasarkan hasil verifikasi, progres pembangunan Sekolah Rakyat di DIY telah mencapai 32,43 persen, sementara di Kabupaten Pati mencapai 28,71 persen.

Di lokasi DIY yang berada di Kelurahan Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, proyek dengan nilai kontrak Rp214,99 miliar telah memasuki tahap konstruksi struktur dan pengembangan kawasan di berbagai zona bangunan.

KSP mencatat sejumlah temuan positif di lapangan, antara lain ketersediaan alat dan material yang memadai, pekerjaan konstruksi yang berjalan paralel di berbagai zona, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penambahan personel dan penyesuaian manajemen lapangan.

Meski demikian, KSP menekankan perlunya percepatan pekerjaan untuk mengejar deviasi progres yang masih terjadi. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sehingga fasilitas Sekolah Rakyat dapat dimanfaatkan pada awal Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Sebagai bagian dari mandat Perpres No. 17 Tahun 2026, KSP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pembangunan hingga tahap penyelesaian.

“KSP akan mendampingi proses dan membantu memastikan agar target penyelesaian sesuai yang direncanakan. Akan melakukan pengawalan dan melaksanakan fungsi debottlenecking terhadap masalah-masalah, baik teknis maupun non teknis. Membantu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait baik untuk mempercepat maupun dalam upaya penyelesaian hambatan-hambatan dalam pencapaian target,” ujar Armindo.

Selain itu, KSP juga mendorong penguatan pengawasan di lapangan agar percepatan pekerjaan tetap menjaga kualitas konstruksi sesuai standar teknis yang berlaku.

KSP juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat Permanen.

Baca juga: Dari Kenakalan Jadi Harapan: Sekolah Rakyat Bantu Julio Menata Masa Depan

Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat adalah konsep pendidikan berbasis komunitas yang dirancang untuk menyediakan fasilitas belajar permanen bagi masyarakat, terutama di daerah yang akses pendidikannya terbatas.

Sekolah ini dibangun dengan dukungan pemerintah melalui program strategis nasional, dan berfungsi sebagai sarana pendidikan formal yang setara dengan sekolah umum, namun dengan penekanan pada pemerataan akses dan kualitas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved