Saat Air Bersih Masih Langka, 70 Sumur Dibangun dari Aceh
Akses air bersih masih menjadi persoalan di sejumlah desa. Dari Aceh, pembangunan 70 sumur mulai dijalankan hingga Papua.
Ringkasan Berita:
- Pembangunan sumur dimulai dari desa di Aceh Besar
- Sebanyak 70 titik sumur disiapkan hingga Papua
- Ribuan warga desa ditarget mendapat akses air bersih
TRIBUNNEWS.COM, ACEH BESAR – Di sejumlah wilayah pedesaan, air bersih masih menjadi kebutuhan dasar yang belum mudah dijangkau warga. Saat musim kemarau tiba, sebagian warga di desa masih mengandalkan sumur lama dan pasokan air terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dari Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, pembangunan sumur air bersih kini mulai dijalankan untuk memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat desa yang selama ini mengalami keterbatasan air layak.
Lokasi tersebut menjadi titik awal program pembangunan 70 sumur air bersih yang akan tersebar di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” itu dijalankan melalui kolaborasi antara Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan PT SUCOFINDO (Persero).
Pembangunan sumur direncanakan menjangkau 70 titik di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.
Program tersebut diproyeksikan dapat memberikan manfaat langsung bagi sekitar 3.500 hingga 7.000 warga desa, terutama di daerah yang masih kesulitan memperoleh akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.
Ketua Umum organisasi desa tersebut, Indra Utama mengatakan kebutuhan air bersih berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat desa.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi kesehatan,” ujar Indra, Senin (11/5/2026).
Ia mengatakan program tersebut diharapkan dapat membantu memperluas pembangunan hingga ke desa-desa yang masih membutuhkan akses air layak.
Menurutnya, inisiatif itu juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin ke-6 mengenai akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat.
Baca juga: Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Jadi Tersangka Korupsi, Pernah Viral karena Jalan Rusak
Jangkau Desa yang Kesulitan Air Bersih
Ketua Dewan Pengawas organisasi tersebut, Reda Manthovani menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dapat berjalan tepat sasaran.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dapat membantu mempercepat pemerataan layanan dasar di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program yang dijalankan.
Sementara itu, Direktur Utama SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan pembangunan sumur air bersih dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung penyediaan layanan dasar bagi masyarakat desa.
Menurut Sandry, memasuki usia ke-70 tahun, perusahaan tersebut ingin memastikan program yang dijalankan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pembangunan-sumur-air-bersih-di-Meunasah-Gampong-Lambleut-Aceh-Besar.jpg)