Kekerasan Anak Daycare di Yogyakarta
Fakta Pilu Kasus Daycare di Jogja: Ada Anak yang Alami Trauma Berat hingga Minta Diikat Tali
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan sejumlah temuan memilukan terkait kasus kekerasan di daycare Little Arasya, Yogyakarta.
Ringkasan Berita:
- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap kasus serius di daycare Little Arasya, Yogyakarta, yang beroperasi tanpa izin resmi.
- Dari 106 anak yang terdaftar, ditemukan belasan mengalami gangguan kesehatan akibat pola pengasuhan salah, termasuk 13 anak dengan gizi buruk dan 16 anak dengan masalah tumbuh kembang.
- Selain itu, ada indikasi manipulasi dari pengelola untuk menarik kepercayaan orang tua, seperti melarang orang tua masuk ke gedung.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan sejumlah temuan memilukan terkait kasus kekerasan di daycare Little Arasya, Yogyakarta.
Tercatat, sebanyak 106 anak terdaftar di lembaga yang ternyata tidak memiliki izin operasional tersebut.
Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini mengungkapkan bahwa kondisi anak-anak korban sangat memprihatinkan.
Selain mengalami kekerasan fisik, ditemukan belasan anak mengalami gangguan kesehatan serius akibat pola pengasuhan yang salah.
Hal itu diungkapkan Diyah Puspitarini saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews di studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Senin (11/5/2026).
"Ada 13 anak yang gizi buruk, kemudian juga ada 16 anak yang terganggu tumbuh kembangnya. Pendampingan gizi ini sedang kami upayakan karena kondisinya sangat memprihatinkan," ujar Diyah.
Diyahp pun menyoroti adanya praktik manipulatif yang dilakukan pengelola untuk menarik kepercayaan orang tua.
Meskipun dari luar terlihat memiliki pelayanan yang baik, daycare tersebut memiliki aturan yang mencurigakan, seperti melarang orang tua masuk ke dalam gedung.
"Hospitalitinya bagus, orang tua terkesima dengan laporan mereka. Tapi di balik itu ada manipulatif. Gedung seadanya hanya 200 meter untuk 106 anak, tidak ada ventilasi udara, tidak ada playground, dan orang tua tidak boleh masuk. Ini seharusnya sudah menjadi warning," tegasnya.
Bahkan, Diyah menceritakan temuan baru yang menyayat hati di mana salah seorang anak menunjukkan perilaku trauma yang ekstrem setelah dipindahkan ke daycare alternatif.
"Ada anak yang setelah dimandikan tiba-tiba minta tali, minta diikat. Ini membuat pengasuh di tempat baru kaget. Ini menunjukkan betapa dalamnya trauma yang dialami anak tersebut," jelas Diyah.
Apa yang Terjadi di Daycare Little Arasya?
- Daycare ilegal: Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi, namun menampung lebih dari 100 anak.
- Korban kekerasan: Dari 103 anak yang terdaftar, sekitar 53 diduga menjadi korban kekerasan dan penelantaran.
- Belasan tersangka: Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka, menunjukkan adanya keterlibatan banyak pihak.
- Kejahatan sistematis: KPAI menduga kekerasan dilakukan secara terstruktur dan berulang, bukan insiden tunggal.
- Gangguan kesehatan: Sejumlah anak mengalami gizi buruk, pneumonia, dan gangguan tumbuh kembang akibat pola pengasuhan salah.