Rabu, 13 Mei 2026

KCN Hadirkan Dukungan bagi Anak Autis Non-Verbal melalui Peluncuran Buku dan Gerakan Inklusi

Gerakan “Setiap Anak Punya Suara”, sebuah inisiatif yang bertujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap anak autis non-verbal.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Content Writer
Istimewa
AUTIS NON-VERBAL - KCN mendukung peluncuran Gerakan “Setiap Anak Punya Suara” sebagai wujud komitmen dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi anak autis non-verbal. 

TRIBUNNEWS.COM - Peluncuran buku “Naya dan Talkernya” menjadi momentum diperkenalkannya Gerakan “Setiap Anak Punya Suara”, sebuah inisiatif yang bertujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap anak autis non-verbal sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih inklusif bagi mereka. 

Acara yang diselenggarakan di Gramedia Matraman ini menghadirkan sesi talkshow, diskusi dan berbagi pengalaman, meet & greet, serta seremoni kolaborasi bersama berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu inklusi anak berkebutuhan khusus.

Buku “Naya dan Talkernya” mengangkat kisah perjalanan seorang anak autis non-verbal dalam menemukan cara berkomunikasi melalui talker, alat bantu komunikasi yang menjadi jembatan bagi anak untuk menyampaikan kebutuhan, emosi, dan pikirannya.

Melalui pendekatan visual dan cerita yang hangat, buku ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami bahwa setiap anak memiliki caranya masing-masing untuk berkomunikasi dan menyampaikan dirinya.

“Saya sangat bersyukur peluncuran buku “Naya dan Talkernya” dapat terlaksana. Berawal dari keinginan sederhana untuk berbagi pengalaman melihat perkembangan anak kami setelah menggunakan talker. Terbukanya komunikasi ini merupakan langkah yang sangat berarti dan diharapkan dapat membantu perkembangan positif lainnya,” ungkap Dewi Mareta, pengarang buku Naya dan Talkernya, yang merupakan ibu dari Naya. 

Penggagas Gerakan “Setiap Anak Punya Suara”, Sofia Karina, menyampaikan bahwa gerakan ini hadir untuk membuka perspektif bahwa komunikasi tidak selalu tentang berbicara. Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak memiliki cara untuk terhubung dan mengekspresikan dirinya.

“Saya berharap Gerakan “Setiap Anak Punya Suara” dapat mendorong kesadaran, empati, dan pemahaman publik terhadap anak autis non-verbal. Anak-anak ini juga membutuhkan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk didengar,” jelasnya.

Sebagai bagian dari gerakan ini, PT Karya Citra Nusantara (KCN), perusahaan yang bergerak di bidang kepelabuhanan dan logistik, telah lama menjalin sinergi bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Disabilitas Rumah Autis Depok Yayasan Cagar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada dukungan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap anak autis non-verbal. 

KCN yang diwakili oleh Bella Mardiana selaku Public Relation Supervisor,  menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kolaborasi dan gerakan yang digaungkan hari ini memiliki kesinambungan yang kuat dengan berbagai inisiatif sosial yang sebelumnya telah dijalankan melalui program CSR KCN,” paparnya.

KCN NAYA DAN TALKERNYA ANAK AUTIS
EDUKASI LITERASI INKLUSIF - Penyerahan simbolis donasi buku “Naya dan Talkernya” oleh KCN kepada Rumah Autis Depok Yayasan Cagar sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi dan literasi inklusif.

Pembina dan ketua LKS Disabilitas Yayasan Cagar Rumah Autis Depok, Suyono, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. Ia menuturkan:

“Kami percaya kolaborasi antar orang tua, guru dan masyarakat merupakan kunci penting karena dapat membantu membuka wawasan masyarakat bahwa anak autis non-verbal bukan tidak mampu berkomunikasi, melainkan memiliki cara komunikasi yang berbeda. Dukungan dari berbagai pihak akan sangat berarti bagi perkembangan mereka,”.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Andrea, terapis anak berkebutuhan khusus dari Jakarta Behaviour Center (JBC), yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, pemahaman lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam perkembangan kemampuan komunikasi anak autis non-verbal.

“Ketika lingkungan memahami cara anak berkomunikasi, anak akan merasa lebih aman dan percaya diri untuk mengekspresikan dirinya. Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar anak-anak ini dapat berkembang secara optimal,” ujar Andrea.

Baca juga: PT KCN Pemasang Pagar Beton di Cilincing Janji Biayai Sekolah Anak Nelayan 

Dalam kesempatan yang sama, Maylia Erna Sutarto selaku CEO Indonesia Writing Edu Center (IWEC) Editor Cerita sekaligus penerbit buku “Naya dan Talkernya” menyampaikan bahwa Kisah Naya sangat spesial karena dikemas dengan konsep cerita bergambar sehingga dapat dinikmati berbagai usia. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah khasanah buku cerita anak yang saat ini masih terbatas. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved